Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Bumi tidak terbentuk begitu saja dalam semalam. Sekitar 4,6 miliar tahun lalu, planet yang kita pijak sekarang hanyalah bagian kecil dari awan gas dan debu kosmik. Dari proses tabrakan benda langit, aktivitas vulkanik, hingga pendinginan permukaan, perjalanan panjang ini membentuk Bumi hingga menjadi planet layak huni.
Artikel ini akan membahas tahap-tahap pembentukan Bumi berdasarkan penelitian ilmiah terbaru.
Sekitar 4,6 miliar tahun lalu, sebuah solar nebula (awan gas dan debu) mulai berputar dan memadat. Di pusatnya lahirlah Matahari, sementara sisa gas dan debu bergabung menjadi gumpalan kecil.
Gumpalan ini bertabrakan, saling melekat, dan membentuk planetesimal serta protoplanet. Inilah fase awal pembentukan planet Bumi yang dikenal sebagai akresi.
Pada fase awal, Bumi masih berupa bola magma cair dengan suhu sangat tinggi. Kondisi ini memicu diferensiasi planet: material berat seperti besi dan nikel tenggelam membentuk inti (core), sedangkan material ringan membentuk mantel dan kerak. Struktur inilah yang menjadi dasar lapisan Bumi hingga sekarang.
Bumi muda kerap dihantam meteoroid dan objek luar angkasa. Salah satu benturan terbesar adalah dengan protoplanet seukuran Mars. Dampak dahsyat ini melemparkan material ke orbit Bumi, yang kemudian menyatu membentuk Bulan.
Selain menciptakan satelit alami, peristiwa ini juga memengaruhi rotasi Bumi dan membantu stabilitas iklim dalam jangka panjang.
Aktivitas vulkanik melepaskan gas-gas yang membentuk atmosfer awal Bumi. Saat itu, atmosfer belum mengandung oksigen bebas. Seiring pendinginan, permukaan Bumi mulai membeku dan membentuk kerak padat.
Dari uap air vulkanik serta kemungkinan pasokan komet dan asteroid, terbentuklah lautan pertama di planet kita.
Sekitar 3 miliar tahun lalu, mikroba pertama hidup di lautan. Melalui proses fotosintesis, organisme ini mulai menghasilkan oksigen. Perlahan, oksigen menumpuk di atmosfer, menciptakan kondisi yang mendukung evolusi kehidupan kompleks di kemudian hari.
Meski banyak detail masih diteliti, para ilmuwan sepakat bahwa pembentukan Bumi merupakan proses panjang penuh tabrakan kosmik dan transformasi geologis. Dari awan debu di tata surya muda hingga hadirnya atmosfer kaya oksigen, kisah ini menunjukkan betapa uniknya planet kita sebagai rumah bagi kehidupan. (National Geographic Society, Fiveable, University of Chicago News/Z-10)
Astronom telah mengidentifikasi sebuah planet di luar Tata Surya, yang diberi nama Kepler-62f, sebagai salah satu kandidat planet layak huni terbaik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved