Rabu 09 November 2022, 17:17 WIB

Brick Luncurkan Penelitian Open Finance Pertama di Indonesia

mediaindonesia.com | Teknologi
Brick Luncurkan Penelitian Open Finance Pertama di Indonesia

Ist
Co-founder dan CEO Brick, Gavin Tan.

 

BRICK, platform pembayaran dan open data Indonesia, berkolaborasi dengan DSInnovate, lembaga penelitian dan konsultan inovasi, untuk meluncurkan laporan Open Finance pertama di Indonesia berjudul “Open Finance 2022”.

Digarapnya ulasan ini bertujuan untuk mengedukasi dan meningkatkan kesadaran para pemain industri keuangan tentang konsep dan solusi Open Finance, hingga mendorong pengadopsiannya di ekosistem industri fintech di Indonesia.

Diproduksi sejak Juli sampai Oktober 2022, whitepaper tersebut telah melibatkan penelitian kualitatif dan kuantitatif untuk menggali data ke berbagai narasumber, seperti pengguna akhir, pemain fintech, dan regulator di Indonesia.

Bahkan, lebih dari 10 industri finansial dan 100 responden seluruh Indonesia telah berpartisipasi terhadap penelitian Open Finance tersebut.

Tidak hanya itu, Brick dan DSInnovate juga menghadirkan narasumber dari sejumlah pelaku industri di Indonesia.

Alhasil, terdapat sejumlah temuan menarik dari hasil studi yang terangkum dalam laporan tersebut.

Dari Industri platform insurtech misalnya, pada industri tersebut memang terdapat tantangan dalam mendapatkan data yang lebih komprehensif untuk melakukan risk profiling guna membantu perusahaan asuransi menyesuaikan harga premi.

Baca juga: Dukung Bulan Inklusi Keuangan, Rupiah Cepat hadir di FinExpo 2022

Sementara pada Industri P2P Lending, adanya data yang lebih banyak memungkinkan perusahaan finansial untuk menghasilkan produk yang lebih baik dan terpersonalisasi.

Dengan terkumpulnya wawasan baru pada Open Finance Report 2022, Brick berkomitmen untuk terus mengembangkan kapabilitasnya dalam mendorong inklusi finansial di Indonesia. B

ahkan berkat komitmen dan setelah adanya peluncuran laporan tersebut, Brick juga telah diakui sebagai pemenang kompetisi 2022 Inclusive Fintech 50 (IF50).

Bersama dengan 257 peserta dari 79 negara, Brick berhasil masuk ke dalam daftar 50 fintech teratas yang memanfaatkan data dan infrastruktur digital untuk membuat produk menjadi lebih inklusif bagi perusahaan keuangan dan berdampak bagi komunitas miskin dan kurang terlayani.

Sejak didirikan pada 2020, Brick telah membantu perusahaan layanan keuangan di seluruh Indonesia dengan membangun infrastruktur data fundamental dan menyediakan berbagai saluran pembayaran B2B (Business to Business) melalui mitra terkemuka.

Tak hanya itu, Brick juga telah melayani pengguna dengan lebih baik melalui personalisasi layanan keuangan dan pembayaran real-time, mendorong inklusi dan literasi keuangan agar tercapai sepenuhnya di Indonesia hingga menghasilkan pengakuan IF50 tersebut.

Gavin Tan selaku Co-founder dan CEO Brick, menekankan pentingnya validasi atas Brick tersebut, “Kami merasa terhormat atas terpilihnya Brick menjadi salah satu 50 fintech di kompetisi Inclusive Fintech 50," ucapnya. 

"Kami menyadari bahwa inklusi finansial merupakan aspek terbesar yang dapat kami dukung dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi di Indonesia," kata Gavin dalam keterangan, Rabu (9/11).

"Brick hadir di sini untuk membangun solusi dan menjembatani tujuan tersebut serta mendukung Institusi Finansial dalam menjangkau masyarakat miskin dan yang kurang terlayani,” jelasnya. 

Gavin juga menambahkan bahwa misi Brick tidak hanya akan sampai di sini. Ia memastikan bila perusahaan akan terus memperjuangkan inklusi finansial dengan membangun solusi pembayaran B2B untuk bisnis enterprise dan UMKM di 2022 dan seterusnya.

Perlu diketahui bahwa Inclusive Fintech 50 mengidentifikasi early-stage fintech yang mendorong inklusi finansial di seluruh dunia melalui proses yang kompetitif dan dinilai oleh juri panel independen dari venture capital dan layanan teknologi serta keuangan.

Sementara itu, Brick adalah platform pembayaran B2B dan open data platform yang melayani bisnis untuk memproses pembayaran dan memungkinkan pengguna akhir untuk berbagi data dengan aman dengan aplikasi favorit mereka.

Brick adalah solusi hyper-local untuk menghubungkan ke data yang penting dari e-commerce hingga data transaksi kartu.

Selain itu, perusahaan juga memungkinkan pelaku bisnis untuk menyelesaikan setiap transaksi dengan infrastruktur orkestrasi pembayaran.

Brick didukung oleh investor global terkemuka, seperti Flourish Ventures, Better Tomorrow Ventures, Antler, dan pendiri serta eksekutif dari TrueLayer, Plaid, Aspire, Modalku, BukuWarung. (RO/OL-09)

Baca Juga

DOK Pribadi.

Prosesor 13th Gen Intel Core Meluncur di Indonesia

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 08 Desember 2022, 20:10 WIB
Dibangun pada teknologi proses Intel 7 yang sudah matang dan x86 performance hybrid architecture, prosesor desktop 13th Gen Intel Core...
Dok. Virgo

Konsisten Dukung Cashless Society, Virgo Raih Google Play Best of 2022

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 08 Desember 2022, 20:07 WIB
penghargaan itu, merupakan perwujudan konsistensi pihaknya dalam meningkatkan kepedulian sekaligus membantu masyarakat dalam bertransaksi...
MI/ARDI TERISTI

Peran Perusahaan Teknologi sangat Dibutuhkan Untuk Mengamankan Data Siber

👤Ardi Teristi 🕔Kamis 08 Desember 2022, 19:45 WIB
Sistem pengamanan data yang ada di Indonesia sejauh ini masih sangat minim, sehingga seringkali terjadi serangkaian pembobolan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya