Kamis 28 April 2022, 23:59 WIB

Migrasi ke TV DIgital Hasilkan Penghematan Frekuensi dan Dorong Pertumbuhan Konten Lokal Kreatif

Mediaindonesia.com | Teknologi
Migrasi ke TV DIgital Hasilkan Penghematan Frekuensi dan Dorong Pertumbuhan Konten Lokal Kreatif

Dok. Kemenkominfo
Program Speak After Lunch Kemenkominfo membahas migrasi TV Analog ke TV Dogital

 

KEMENTERIAN Komunikasi dan Informatika bersama penyelenggara multipleksing telah siap menyukseskan program Analog Switch Off (ASO) tahap pertama yang berakhir pada 30 April 2022. 

Staf Khusus Menkominfo Bidang Komunikasi Politik Philip Gobang menyatakan, kesiapan penghentian siaran analog ke digital merupakan momentum memasuki era transformasi digital. Bahkan, ASO dapat memberikan manfaat dalam penghematan frekuensi.

"Program Analog Switch Off dapat menghemat ruang frekuensi, karena saat migrasi ke TV Digital akan terjadi efisiensi dan optimalisasi frekuensi yang paling nyata dalam penyiaran, diantaranya adalah banyak kanal siaran dalam jumlah yang lebih banyak," ujarnya dalam Speak After Lunch Kominfo secara virtual dari Jakarta, Kamis (28/4). 

Menurut Philip, kanal siaran dengan jumlah lebih banyak dan infrastruktur penyiaran seperti pemancar, antena dan saluran transmisi yang mampu melahirkan banyak program. Sehingga selain penghematan frekuensi, migrasi TV digital akan membuka peluang bagi tumbuh kembangnya konten-konten lokal yang edukatif. 

"Karena bila selama ini satu frekuensi hanya bisa dipakai untuk satu kanal, melalui migrasi ke siaran digital satu frekuensi bisa dipakai untuk mentransmisikan banyak siaran. Hal itu juga berdampak positif dari migrasi TV digital adalah munculnya kanal TV Baru," jelasnya.

Ia menjelaskan, tatanan baru dalam migrasi ke TV digital akan melahirkan insan-insan kreatif lokal. Karena anak muda akan memiliki peluang yang besar untuk menjadi kreator konten.

"Selain pertumbuhan konten lokal, migrasi TV digital juga mampu menstabilkan jaringan internet yang selama ini masih menjadi kendala di beberapa daerah, bahkan bisa memberikan dukungan yang luar biasa terhadap pengimplementasian 5G," tuturnya.

Selama kesempatan tersebut, Philip menegaskan kesiapan penghentian siaran analog ke digital merupakan momentum memasuki era transformasi digital.

“Program Analog Switch Off yang akan dilaksanakan tahap pertama dua hari lagi merupakan suatu tuntutan di dalam transformasi digital, karena kita ketahui Indonesia sudah melakukan siaran TV analog sejak 6 dekade atau 60 tahun yang lalu," ujarnya.

Adapun tuntutan migrasi dari TV analog ke TV digital sebagai bagian penting untuk terus beradaptasi dengan teknologi digital.

Baca juga : Amerika Serikat Bergabung dengan 55 Negara Promosikan Internet Gratis

“Pada saat yang sama kita juga mesti mengikuti perkembangan teknologi yang terus berkembang yang sangat cepat. Maka inilah momentum untuk kita beralih atau bermigrasi dari siaran tv analog ke TV digital,” jelasnya.

Philip menambahkan, momentum siaran TV digital sangat tepat karena dihadapkan pada situasi pandemi Covid-19 yang sejak lebih dari dua tahun terakhir menjadi tantangan tersebdiri bagi dunia, termasuk Indonesia.

“Karena terkait dengan migrasi TV analog ke digital kalau kita bandingkan dengan beberapa negara lain, termasuk negara-negara tetangga kita yang sudah bermograsi ke TV digital. Meskipun kita dibilang agak terlambat untuk bermigrasi, tetapi kita memanfaatkan momentum yang sangat tepat,” tuturnya.

Menurutnya, momentum pandemi Covid-19 tersebut juga kemudian ditegaskan melalui Undang-Undang Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja, khusus di sektor pos, telekomunikasi dan penyiaran. 

“Undang-Undang Cipta Kerja telah menetapkan bahwa dua tahun setelah disahkan, kita bermigrasi dari TV analog ke TV digital. Dan dua tahun setelah UU ditetapkan itu berarti paling lambat tanggal 2 November 2022,” ujarnya.

Berdasarkan amanat UU tersebut, Menteri Kominfo Johnny G. Plate juga telah menetapkan tiga tahapan migrasi dari TV analog ke TV digital.

“Tahap pertama dua hari yang akan datang tanggal 20 April 2022, tahap kedua paling lambat pada 25 Agustus 2022 dan tahap ketiga pada 2 November 2022," jelasnya.

Melalui program ASO, Kementerian Kominfo terus mendorong masyarakat di seluruh pelosok tanah air agar secara bertahap memasuki era baru teknologi digital melalui pembangunan pembangunan infrastruktur digital.

“Bersamaan dengan itu, Kementerian Kominfo bersama berbagai mitra dan pemangku kepentingan terkait baik dari pusat hingga daerah-daerah melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk memberikan pemahaman apa pentingnya kita bermigrasi dari siaran analog ke digital,” tandasnya. (RO/OL-7)

Baca Juga

Ist

Beri Nilai Tambah Bagi Pelanggan, Aplikasi KlikDokter Gandeng Marketplace

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 17 Mei 2022, 19:00 WIB
Salah satu bentuk kerja samanya adalah layanan konsultasi klikdokter yang bisa dilakukan di aplikasi...
dok.ist

Layanan Instan Kurir Gosend, Kini Hadir di Aplikasi KiriminAja

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 17 Mei 2022, 18:00 WIB
SAAT ini layanan instant kurir hadir untuk mempermudah bisnis online untuk semakin memperluas jaringannya. Gosend mulai dapat diakses di...
Ist

Solos Hadirkan Solusi untuk Transformasi Bisnis Freelancers

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 15 Mei 2022, 10:01 WIB
Solusi ini diciptakan untuk mewujudkan misi Solos membantu freelancer dan solopreneur menemukan klien baru dengan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya