Headline
Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.
Kumpulan Berita DPR RI
BOOMING media sosial belakang memang menjamur ke semua kalangan. Tidak hanya dijadikan sebagai eksistensi diri, saat ini media sosial juga menjadi ladang penghasilan baru. Tak heran, banyak orang yang membuat konten sembari melakukan aktivitas utamanya.
Banyak pelajar, anak kuliahan, bahkan pekerja kantoran yang tetap mendalami menjadi konten kreator sembari menjalankan pekerjaan utamanya. Bukan hanya hobi, media sosial juga memberikan tambahan penghasilan.
Salah satunya ialah Moech Harianto, kreator konten yang telah terverifikasi oleh Twitter.. Ryan, sapaan akrabnya, merupakan pegawai salah satu bank. Aktivitas membuat konten dilakoninya selepas bekerja, sehingga tidak mengganggu pekerjaannya.
Selain Twitter, dirinya juga memiliki akun sosial media lain baik itu TikTok maupun Facebook dengan jumlah pengikuti puluhan ribu dan terus bertambah setiap harinya.
"Saya bikin konten sehabis jam kerja antara jam 5 sampai jam 7 malam. Biasanya saya buat sendiri dan take sendiri saja," ujar Ryan membagikan tipsnya.
Baca juga : SnackVideo Hadirkan Pilihan Hiburan Baru Melalui Konten Serial Pendek, SnackSeries
Konten yang dibuat Ryan lebih banyak fokus pada lipsync atau menirukan suara. Lewat konten itu, Ryan mendapatkan banyak apresiasi. Tawaran untuk masuk ke dunia hiburan (entertainment) sempat menghampirinya. Namun pria yang berprofesi sebagai frontliner QNB Indonesia cabang Surabaya ini mengaku belum tertarik.
"Sementara ini masih nyaman saya masih nyaman buat konten di media sosial dan enggan melepas pekerjaan hanya untuk menjadi seorang entertaint," lanjutnya.
Pria lulusan Universitas Muhammadyah Malang itu mengaku terkejut dengan antusias follower, karena dirinya baru berfokus dalam dua tahun terakhir. Di TikTok, Ryan memiliki 40ribu follower, sedangkan di Twitter dirinya memiliki 90 ribu pengikut dan 10 ribu di Facebook page.
"Agak surprise juga karena saya baru mulai main TikTok ketika pandemi ini dan responnya sangat baik. Sekarang saya sudah verified content creator dan bersyukur sekali konten-konten yang saya buat disambut baik," tambahnya.
Kendati pundi-pundi penghasilan dari sosmed mengalir namun Ryan belum buka-bukaan terkait penghasilan dan biaya endorsment. Yang jelas, dirinya membuktikan bahwa media sosial bisa juga memberikan tambahan penghasilan yang cukup baik. (RO/OL-7)
Dalam psikologi perkembangan, remaja sedang berada pada fase meningkatnya kebutuhan otonomi.
Salah satu fenomena yang paling sering muncul dari penggunaan media sosial adalah kecenderungan remaja untuk melakukan perbandingan sosial secara ekstrem.
Laporan Kebahagiaan Dunia terbaru mengungkap dampak negatif algoritma TikTok dan Instagram pada mental pemuda.
Matcha memang kaya akan katekin, terutama epigallocatechin gallate (EGCG) yang bersifat antioksidan.
Cara seseorang mengekspresikan kesedihannya berkaitan erat dengan apa yang dirasa paling menguatkan bagi dirinya sendiri.
Narasi-narasi menyesatkan di media sosial menjadi salah satu pemicu utama keengganan orangtua untuk memberikan vaksinasi kepada anak mereka.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved