Selasa 20 Juli 2021, 18:40 WIB

Kemenkominfo Pantau Candiru Penyerang Aktivis dan Jurnalis

Mediaindonesia.com | Teknologi
Kemenkominfo Pantau Candiru Penyerang Aktivis dan Jurnalis

Ilustrasi
Ilustrasi

Kementerian Komunikasi dan Informatika memantau ancaman siber Candiru yang belakangan ini diberitakan menyasar aktivis, politikus hingga jurnalis di berbagai negara.

"Menteri Komunikasi dan Informatika memberikan perhatian serius pada upaya pemantauan terhadap beragam ancaman siber di Indonesia termasuk ancaman siber, Candiru. Temuan tersebut selalu dikomunikasikan dengan pemangku kepentingan terkait, termasuk di antaranya Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN)," kata Juru bicara Kominfo, Dedy Permadi, dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (20/7).

Kelompok hak asasi manusia Citizen Lab dan Microsoft menemukan perusahaan siber dari Israel bernama Candiru membuat dan menjual perangkat lunak yang bisa menembus pertahanan Windows.

Reuters memberitakan spyware Candiru ini disebar ke seluruh dunia, menargetkan organisasi masyarakat diantaranya kelompok pembangkang di Saudi dan media beraliran kiri di Indonesia.

Citizen Lab dalam laporan di situs mereka menuliskan Microsoft meneliti sekitar 100 korban dari berbagai negara, yaitu pembela hak asasi manusia, pembangkang, jurnalis, aktivis dan politikus.

Untuk menjaga keamanan data, Kominfo mengimbau masyarakat untuk memperbarui kata sandi secara berkala dan memasang otentikasi keamanan berlapis (multi-factor authentication) terutama pada aplikasi yang mengelola data pribadi.

Selain itu, Kominfo juga meminta masyarakat untuk memastikan perangkat yang digunakan memiliki fitur keamanan yang terbaru (up to date) dan selalu berhati-hati ketika mengakses konten.

Microsoft menyatakan sudah menambal kerentanan tersebut melalui pembaruan perangkat lunak. Perusahaan tersebut tidak secara langsung menyebut Candiru, namun, perusahaan swasta Israel yang menggunakan kode Sourgum.

Candiru juga menyasar kerentanan di peramban, antara lain Google Chrome. Google beberapa waktu lalu sudah mengeluarkan "patch" untuk menambal kerentanan tersebut, tidak secara spesifik menyebut Candiru, namun, perusahaan pengawasan komersial.

Selain berkoordinasi dengan lembaga berwenang, Kominfo melihat mitigasi ancaman siber bisa dilakukan dengan edukasi dan literasi digital, yang diwujudkan dalam Gerakan Nasional Literasi Digital Nasional (GNLD) Siberkreasi. (Ant/OL-12)

Baca Juga

Dok. CrystalPro

CrystalPro Dukung Pengembangan Blockchain di Indonesia

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Senin 02 Agustus 2021, 22:07 WIB
Cryptocurrency telah resmi dilegalkan oleh Kementerian Perdagangan sebagai salah satu bentuk komoditas sejak 2018 dan diatur oh Badan...
Dok Nokia

Nokia 5.4 Dinobatkan Sebagai Most Secure Android Smartphone

👤Basuki Eka Purnama 🕔Minggu 01 Agustus 2021, 08:56 WIB
"Kami mengakui seluruh smartphone Nokia menyertakan pembaruan security patch secara berkala, yang membuat para penggunanya terbebas...
MI/Dok IOC

Snapchat Hadirkan Fitur Khusus Olimpiade

👤Basuki Eka Purnama 🕔Minggu 01 Agustus 2021, 06:15 WIB
Selain lensa baru, Snapchatters juga dapat menonton berbagai sorotan dari pertandingan yang ada di Best of Olympics, yang tersedia dalam...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Pembangunan Berkelanjutan demi Keselamatan Bersama

 Sektor keuangan memiliki peran besar dalam mengarahkan perubahan menuju penerapan green economy

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya