Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
DALAM rangka memperluas bisnisnya di Indonesia, Legalku selaku perusahaan rintisan di bidang legal-tech beradaptasi dengan merilis produk-produk barunya yang bersifat Software as a Service (SaaS), yaitu LegalDoc.
LegalDoc memiliki fitur pembuatan dokumen yang berkaitan dengan hukum, bisnis, dan juga kebutuhan umum seperti surat kuasa, perjanjian hutang piutang, surat izin sakit, surat jalan, kuitansi digital hingga surat lamaran kerja.
Untuk membuat dokumen yang diperlukan pengguna melalui tautan legalku.com hanya perlu mengisi data-data yang diperlukan melalui formulir yang telah disediakan dan akan terbuat secara otomatis secara cuma-cuma oleh document generator engine Legalku.
“Harapan kami dengan adanya produk-produk berbasis SaaS seperti LegalDoc dapat membantu memudahkan pengguna untuk proses otomatisasi dokumen maupun surat sehari-hari sehingga kesadaran atas dokumentasi dan pembuktian hukum semakin tinggi,” tutur Muhamad Philosophi, CEO legalku melalui keterangan tertulisnya, Kamis (27/5).
Baca juga: Menkeu Usul Dokumen Digital Dikenakan Bea Meterai
Selain itu, pria yang biasa dipanggil Philo tersebut menyampaikan, Legalku, yang baru-baru ini memenangkan penghargaan sebagai “The Most Creative Startup” pada event AMVESINDO Pitching Days 2021, juga mempunyai fitur lain bernama LegalSign yang membantu pengguna dalam tanda tangan elektronik sehingga dapat dilakukan di mana saja dengan aman.
Tak sampai di situ, Legalku kini telah membantu lebih dari 6.300 pengusaha mikro kecil menengah dan dokumen LegalDoc telah dipakai dan diunduh sebanyak 25.700 kali.
“Dengan adanya pandemi covid-19 membuat semua bertransformasi menjadi digital, dengan adanya LegalDoc dan LegalSign diharapkan dapat mengurangi mobilitas untuk penandatanganan secara langsung karena otorisasi dapat dilakukan dengan jarak jauh dan aman” katanya. (R-3)
INKLUSI digitalisasi merupakan kunci mempeluas jangkauan dan meningkatkan pengalaman dan edukasi bagi nasabah.
PT Trimegah Karya Pratama atau UltraCorp terus mengembangkan bisnis dengan menjalin kerja sama dengan berbagai perusahaan termasuk perbankan.
Perusahaan teknologi global, Cadothy, meluncurkan perangkat khusus yang bisa membantu melakukan aktivitas live, bukan tablet ataupun ponsel.
Gelaran tahunan Government Procurement Forum & Expo (GPFE) atau forum dan pameran pengadaan keperluan pemerintah 2025 sukses diselenggarakan pada 23-25 Juli 2025.
Dengan proyeksi kebutuhan 12 juta talenta pada tahun 2030, data dari Kementerian Komunikasi dan Digital Indonesia (Komdigi) menunjukkan adanya kekurangan sekitar 2,7 juta.
PERKEMBANGAN teknologi digital membantu perkembangan sektor pertanian yang lebih transparan dan efisien. Hal itu membuat ekosistem pertanian menjadi lebih maju dan berdaya saing.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved