Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
Seminar berbasis web (web-based seminar), atau yang lebih akrab dengan webinar, terutama yang berbayar, kian diminati di masa normal baru (new normal) menurut survei yang dilakukan Imogen Communications Institute (ICI).
ICI, melalui keterangannya pada Rabu (17/6), mengungkapkan di masa normal baru, webinar masih akan tetap menjadi tren namun sudah bergerak dengan konten yang lebih serius dan berbayar.
Dari hasil survei kepada 100 orang responden di seluruh Indonesia pada bulan Mei 2020, ditemukan 56 persen responden menyatakan tertarik mengikuti webinar berbayar. Sementara, 44 persen responden lainnya lebih memilih mengikuti webinar gratis.
“Sebagian besar responden menyatakan tertarik mengikuti webinar berbayar asalkan tanpa syarat-syarat khusus, harganya harus terjangkau serta materinya menarik dan bermanfaat dalam menambah pengetahuan dan skill,” jelas Principal ICI dan Managing Director Imogen PR, Jojo S. Nugroho.
ICI melakukan survei ini untuk mendapatkan wawasan terkait preferensi masyarakat terhadap serba serbi penggunaan Zoom sebagai platform seminar dan kelas daring.
Survei dilakukan dengan memberikan pertanyaan pilihan ganda seputar serba-serbi penggunaan Zoom kepada target 100 orang dari seluruh Indonesia terdiri dari 61 persen laki-laki dan 39 persen perempuan. Responden didominasi oleh generasi milenial dengan rentang usia antara 26-35 tahun, dari latar belakang pendidikan yang beragam.
Menurut Jojo, para responden rela mengeluarkan uang untuk mengikuti webinar berbayar sesuai dengan kemampuan ekonominya dan kebutuhan mereka masing-masing.
Dari responden yang menyatakan tertarik mengikuti webinar berbayar tersebut, 60 persen diantaranya bersedia membayar dengan kisaran antara Rp100-200 ribu. Sementara, 13 persen responden lainnya bersedia membayar lebih dari Rp200 ribu, dan 8 persen bersedia membayar bila harganya kurang dari Rp100ribu.
"Yang penting buat mereka, syarat webinar berbayar yang diminati di antaranya memiliki konten atau materi inspiratif, eksklusif, berbicara hal teknis dan menampilkan pembicara yang keren dan populer,” kata Jojo.
“50 persen responden ingin ikut karena materinya tentang hal teknis dan memberikan tutorial secara step by step. Dan terakhir 31 persen respon rela membayar karena pembicara dalam webinar tersebut professional, praktisi dan terkenal di bidangnya,” lanjutnya. (OL-12)
Membandingkan Samsung Galaxy S26 Ultra dan Xiaomi 17 berdasarkan tren teknologi terbaru. Simak prediksi spesifikasi dan fitur unggulannya di sini.
Virtuenet memperkenalkan sejumlah sistem teknologi untuk mengatasi permasalahan tersebut, teknologi yang membawa rangkaian solusi digital terintegrasi.
BRIN dan Bulog memperkuat kolaborasi dalam pemanfaatan teknologi penyimpanan dan pengamanan pangan guna mendukung ketahanan logistik pangan nasional yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Presiden Prabowo kunjungi Jepang, bahas kerja sama investasi, energi, teknologi, hingga pendidikan demi memperkuat hubungan strategis RI-Tokyo.
Samsung Galaxy Z Fold 8 Wide hadir dengan rasio layar 4:3, Snapdragon 8 Elite Gen 5, dan baterai 5.000 mAh. Cek spesifikasi lengkapnya di sini!
Studi PISA dan data global menunjukkan kemampuan kognitif Gen Z menurun di beberapa aspek. Apa penyebabnya dan keunggulannya?
Setelah diproduksi, minyak mentah bagianĀ milik negara harus diserahkan kepada Pertamina.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Berikut adalah analisis mendalam mengenai perbedaan Virus Nipah dan COVID-19 berdasarkan data medis dan epidemiologi terkini.
DIREKTUR Pascasarjana Universitas YARSI, Prof Tjandra Yoga Aditama, menjelaskan potensi influenza A (H3N2) subclade K atau Super Flu menjadi pandemi tergantung dari 3 faktor.
Peneliti simulasi wabah H5N1 pada manusia. Hasilnya, hanya ada jendela waktu sangat sempit untuk mencegah pandemi sebelum penyebaran tak terkendali.
ANCAMAN kesehatan global kembali muncul dari Tiongkok. Setelah virus corona yang menyebabkan pandemi covid-19, kali ini virus baru influenza D (IDV) ditemukan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved