Senin 10 September 2018, 22:45 WIB

Dampak Polusi Udara bagi Kesehatan

Raka Lestari | Teknologi
Dampak Polusi Udara bagi Kesehatan

MI/Susanto

 

SEIRING dengan perkembangan manusia, polusi udara yang dihasilkan pun semakin bertambah dan menimbulkan efek yang merugikan bagi manusia.

Efek polusi udara sendiri sangat berbahaya, terutama bagi kesehatan baik untuk jangka pendek bahkan jangka panjang. Sehingga penting sekali untuk menghindari paparan polusi udara yang akan berdampak merugikan tersebut.

1. Meningkatkan risiko autisme
"Wanita hamil yang tinggal di daerah dengan polusi udara yang cukup tinggi memiliki risiko dua kali lipat lebih tinggi memiliki anak dengan autisme," menurut sebuah penelitian.

"Risiko tersebut meningkat ketika paparan polusi udara terjadi pada trimester ketiga kehamilan dan semakin besar eksposur, semakin besar risikonya," sebut dalam artikel "9 Scary Things Air Pollution Does to Your Body."

(Baca juga: Polusi Udara Pengaruhi Kesehatan Ginjal)


(Efek polusi udara sendiri sangat berbahaya, terutama bagi kesehatan baik untuk jangka pendek bahkan jangka panjang. Sehingga penting sekali untuk menghindari paparan polusi udara yang akan berdampak merugikan tersebut. Foto: Frédéric Paulussen/Unsplash.com)

2. Merusak paru-paru dan jantung
Penelitian dari Duke University menemukan bahwa paparan polusi udara yang terdapat di perkotaan dapat menghilangkan efek positif dari olahraga yang dilakukan pada orang-orang berusia 60 tahun.

"Hal ini menambah semakin banyak bukti yang menunjukkan dampak negatif paparan polusi udara bagi kardiovaskular dan pernapasan meskipun dalam waktu singkat," kata Junfeng "Jim" Zhang, profesor kesehatan global dan lingkungan di Duke University.

3. Menurunkan kesuburan pada pria
Sebuah penelitian menemukan bahwa polusi udara dihubungkan dengan kualitas sperma yang buruk. Penulis studi tersebut, Xiang Qian, PhD, asisten profesor di Jockey Club School of Public Health and Primary Care di Chinese University of Hong Kong menganalisis sperma dari 6.475 pria berusia 15 hingga 49 tahun, dan menemukan bahwa pria yang menghirup lebih banyak polusi lebih cenderung memiliki sperma yang lebih kecil dan berbentuk tidak normal.

4. Melemahkan tulang
Menurut penelitian dalam jurnal The Lancet Planetary Health, polusi di udara dapat meningkatkan risiko osteoporosis dan patah tulang. Pada penelitian tersebut, peserta yang tinggal di lingkungan dengan tingkat polusi udara yang lebih tinggi memiliki tulang yang lebih keropos daripada orang yang terpapar dengan tingkat polutan yang lebih rendah.

5. Memepercepat penuaan
"Ada banyak studi di tempat-tempat seperti China, di mana memiliki tingkat polusi yang buruk, menunjukkan bahwa polusi udara dapat menyebabkan perubahan pigmentasi dan mempercepat penuaan kulit," kata Adam Friedman, MD, profesor Dermatologi dan direktur dari Oncodermatology Clinic di George Washington School of Medicine and Health Sciences, Washington.

"Zat-zat dalam polusi merusak sel-sel kulit dan mengganggu kemampuan kulit untuk memperbaiki dirinya sendiri. Hasilnya adalah bintik-bintik usia, kerutan, dan lipatan longgar," kata Dr Friedman. (medcom/OL-8)

 

Baca Juga

globalgovernanceproject.org

Adaptasi Jadi Kunci Menghadapi Tantangan Ekonomi Digital

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 02 Juli 2022, 20:18 WIB
Skor tersebut menunjukkan bahwa tingkat literasi digital di Indonesia masih berada dalam kategori...
taggmagazine.com

Setiap Pengguna Internet Wajib Melindungi Data Pribadi

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 02 Juli 2022, 16:34 WIB
Setiap orang akhirnya memerlukan pengetahuan mengenai keamanan digital agar bisa melindungi dirinya dari aktivitas di dunia...
Antara

Waspada Adware, Jangan Instal Aplikasi Beriklan

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 02 Juli 2022, 09:51 WIB
Tingginya aktivitas digital juga membuka potensi buruk seperti penipuan dan pencurian akun. Sehingga masyarakat memerlukan pemahaman...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya