Selasa 05 Desember 2017, 14:12 WIB

Penggunaan Bahasa Asing di Bus Trans-Metro Bandung

Siti Resa Mutoharoh Jl Desa Cipadung, No 11, Kecamatan Cibaru Kota Bandung | Surat Pembaca
Penggunaan Bahasa Asing di Bus Trans-Metro Bandung

ANTARA/AGUS BEBENG

 

SEBAGAI pengguna bus Trans-Metro Bandung (TMB) jurusan Cibiru-Cibeureum via Leuwipanjang, saya cukup resah dengan penggunaan bahasa asing (Inggris) dalam tulisan Next Stop Cibeureum yang tertera dalam tulisan berjalan bus TMB.

Padahal, bahasa Inggris tersebut sudah ada padanan kata atau arti dalam bahasa Indonesia, yaitu pemberhentian selanjutnya.

Namun, tidak disertai dengan terjemahan atau padanan kata tersebut.

Padahal, kebanyakan pengguna bus TMB tersebut yang berstatus sosial menengah ke bawah, yang mayoritasnya tidak terlalu paham atau tidak mengerti sama sekali terhadap bahasa asing.

Bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu dan menjadi bahasa negara yang harus diterapkan atau digunakan di ruang-ruang publik.

Dalam Undang-Undang (UU) Nomor 24 Tahun 2009 Pasal 36 disebutkan bahwa bahasa Indonesia wajib digunakan untuk nama jalan, nama merek dagang, nama apartemen, dan alat informasi lain yang merupakan pelayanan umum.

Namun, melihat kenyataan sekarang, salah satunya dalam angkutan-angkutan umum lebih suka dan lebih tertarik menggunakan bahasa asing, salah satunya bahasa Inggris.

Padahal, arti dari bahasa Inggris itu sudah ada dalam bahasa Indonesia.

Penggunaan bahasa asing di dalam bus TMB tentunya sangat meresahkan masyarakat yang kurang paham atau bahkan yang sudah paham bahasa asing.

Pasalnya, angkutan umum tersebut digunakan masyarakat yang memiliki latar belakang anonim dan heterogen, terutama TMB yang dimiliki Pemerintah Kota Bandung dan Perum II DAMRI Bandung seharusnya sudah sangat paham kata apa yang pantas dan layak digunakan di ruang publik seperti angkutan umum tersebut dan sebagai angkutan milik pemerintah, tentunya harus memberikan contoh terhadap masyarakat dalam melestarikan bahasa negara.

Oleh karena itu, saya memohon penjelasan langsung kepada pihak terkait mengenai penggunaan bahasa asing yang digunakan di ruang publik, karena hal tersebut tentunya mengundang spekulasi publik, seperti apakah pihak terkait sudah tidak bangga atau sudah tidak percaya diri menggunakan bahasa Indonesia?

Kirimkan keluhan dan komentar Anda tentang pelayanan publik ke e-mail: forum@mediaindonesia.com

Baca Juga

dok.pribadi

Beli Mobil Baru Miliaran Tapi Diduga Cacat Produk, Konsumen Protes

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 19 April 2022, 23:29 WIB
Beli Mobil Baru Miliaran Tapi Diduga Cacat Produk, Konsumen...
dok.ist

Klarifikasi/Hak Jawab Berita Media Indonesia

👤Kisar Rajagukguk 🕔Rabu 13 April 2022, 19:09 WIB
SEHUBUNGAN dengan Pemberitaan yang beredar di Media Indonesia, tertanggal 13 April 2022 tentang Razia Handphone  yang berisi Konten...
dok.pribadi

Menguji Prosedur Formal Persidangan Pengadilan Pajak

👤MICOM 🕔Rabu 06 April 2022, 07:45 WIB
Menguji Prosedur Formal Persidangan Pengadilan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya