PIL pahit kembali harus ditelan Manchester United. Setelah gagal melaju ke babak 16 besar Liga Champions akibat kalah 2-3 dari Wolfsburg tengah pekan lalu, tim besutan Louis van Gaal itu kembali menuai malu seusai dikalahkan tim promosi AFC Bournemouth 1-2 dalam lanjutan kompetisi Liga Primer di Goldsands Stadium, kemarin. Itu merupakan kekalahan kedua beruntun 'Setan Merah' dalam sepekan terakhir. Hasil itu sekaligus memperpanjang deret catatan buruk mereka. Sebelumnya, Wayne Rooney dan kawan-kawan tak pernah menang dalam lima laga terakhir. Mereka juga tak pernah menang dari dua laga terakhirnya di liga domestik.
Tidak mengherankan jika tekanan terhadap Van Gaal semakin kuat. "Tentu saja kami semua kecewa. Kekalahan itu menambah derita kami dalam sepekan terakhir. Padahal, awalnya kami sangat ingin bangkit. Namun, kami membiarkan lawan membunuh kami," ungkap gelandang United, Michael Carrick. Sementara itu, meski kecewa dengan kekalahan tersebut, sang arsitek Louis van Gaal tak mau terlalu larut dalam kesedihan. Menurut juru taktik asal Belanda itu, mereka harus segera melupakan kekalahan tersebut dan bangkit jika masih ingin menjadi salah salah penantang gelar juara Liga Primer musim ini. "Ini pekan yang sangat sulit. Wajar para pemain kecewa. Mereka sudah melakukan segalanya, tapi kalah. Sulit menerima dua kekalahan beruntun dalam satu pekan," kata arsitek berjuluk si 'Tulip Besi' itu.
"Dua kekalahan beruntun tentu saja sebuah aib bagi klub seperti United. Meski begitu, kami harus segera bangkit. Kami harus tetap bersatu dan bersiap melawan Norwich (City). Jika tidak, keadaan kami bakal semakin sulit," imbuhnya. Akibat kekalahan itu, the Red Devils kini ada di urutan keempat klasemen sementara dengan 29 poin dari 16 laga, atau defisit tiga angka dari pemuncak klasemen Manchester City. Sebaliknya, Bournemouth naik ke urutan ke-14 dengan 16 angka. "Harus diakui kini kami dalam situasi yang sangat sulit. Akibat cedera, kami harus memainkan banyak pemain muda, tapi saya harus katakan para pemain itu sudah bermain bagus, terutama Cameron Borthwick-Jackson," lanjut Van Gaal.
Dalam duel di Goldsands Stadium itu, tuan rumah langsung memimpin ketika pertandingan baru berlangsung 2 menit lewat sepak pojok Junior Stanislas. MU sempat menyamakan kedudukan lewat Marouane Fellaini (24'), tapi sepakan Joshua King (54') yang memanfaatkan sepak pojok Matt Ritchie membuat MU kembali tertinggal. "Kami melihat beberapa laga terakhir menjadi peluang kami mandapat poin. Laga melawan Everton dan Swansea menjadi awalnya. Sebelumnya kami selalu kalah. Jadi, mendapat poin sangat penting," ujar arsitek Bournemouth, Eddie Howe. "Kebangkitan melawan Everton serta kemenangan atas Chelsea dan Manchester United tentu saja sangat luar biasa dan kami berharap ini menjadi awal yang bagus buat kami," imbuhnya.
Susah payah Kontras dengan MU, tetangga sekaligus rival mereka Manchester City sukses merengkuh poin seusai menaklukkan perlawanan Swansea City 2-1. Meski begitu, kemenangan tersebut tidak diraih the Citizen dengan mudah. Mereka bahkan baru bisa memastikan kemenangan itu pada menit-menit terakhir. Arsitek City Manuel Pellegrini pun mengaku tidak puas dengan performa para pemainnya meski dia mensyukuri hasil laga. "Saya pikir laga akan berakhir seri, tapi tim ini menunjukkan karakternya di saat-saat terakhir. Hanya harus saya akui kami tidak bermain bagus sepanjang laga," tukas arsitek asal Cile itu. Kedua gol City dalam duel di Etihad Stadium dicetak Wilfried Bony (26') dan Kelechi Iheanacho (90+2'). Sementara itu, gol Swansea dicetak Bafetimbi Gomis (90').