Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Lagi, Dua Pejabat FIFA Ditahan

Widhoroso
04/12/2015 00:00
Lagi, Dua Pejabat FIFA Ditahan
(AP/WALTER BIERI)
GELOMBANG pembersihan badan sepak bola dunia (FIFA) dari praktik korupsi kembali berlanjut.

Kali ini, giliran dua pejabat FIFA ditahan pihak berwenang Swiss karena diduga menerima suap senilai jutaan dolar Amerika.

Penangkapan dan penahanan dilakukan pihak berwenang Swiss, kemarin.

Kedua pejabat FIFA itu ditangkap di Hotel Baur au Luc, hotel mewah di Zurich yang menjadi lokasi penangkapan beberapa petinggi FIFA, Mei lalu.

"Keduanya diduga mengambil uang dari penjualan hak pemasaran turnamen-turnamen sepak bola di Amerika Latin serta pertandingan-pertandingan babak kualifikasi Piala Dunia," kata Kementerian Kehakiman Swiss (FOJ).

Disebutkan, Kepolisian Swiss menggeledah Hotel Baur au Lac pada pukul 06.00.

Kepolisian Zurich diperintahkan untuk menahan kedua orang itu berdasarkan permintaan dari Departemen Kehakiman Amerika Serikat pada 29 November.

Dalam pernyataannya, FOJ menjelaskan penangkapan itu dilakukan untuk menindaklanjuti penyelidikan yang dilakukan pihak kejaksaan New York yang menilai kedua pejabat FIFA tersebut telah menerima suap jutaan dolar.

Sementara itu, operasi penangkapan dilakukan atas permintaan Departemen Kehakiman Amerika Serikat, 29 November lalu.

"Mereka disangka menerima suap jutaan dolar. Mereka melakukannya di Amerika dan pembayarannya juga melalui bank di Amerika Serikat," jelas FOJ.

Tentang identitas kedua pejabat FIFA tersebut, FOJ tidak memberikan keterangan.

Namun, sumber di FIFA mengatakan kedua orang yang ditangkap itu ialah Presiden Konfederasi Sepak Bola Amerika Selatan (Conmebol) Juan Angel Napout dan Alfredo Hawit, Presiden Konfederasi Sepak Bola Amerika Utara, Tengah, dan Karibia (CONCACAF). Napout dan Hawit saat ini menjabat Wakil Presiden dan Anggota Komite Eksekutif FIFA.

Keduanya amat mungkin akan diekstradisi ke Amerika Serikat.

Kerja sama
Di sisi lain, FIFA menegaskan akan tetap bekerja sama dengan penyelidik Amerika Serikat terkait dengan kasus tersebut.

Dalam pernyataannya, FIFA bisa memaklumi tindakan yang dilakukan terhadap kedua pejabat teras mereka.

"FIFA akan terus bekerja sama sepenuhnya dengan penyelidik Amerika yang telah mendapat izin dari Swiss. Demikian juga dengan penyelidikan yang dilakukan kejaksaan agung Swiss," jelas FIFA.

Penangkapan kemarin merupakan yang kedua dilakukan pihak berwenang Swiss setelah 27 Mei lalu menahan tujuh pejabat FIFA terkait dengan dugaan suap, konspirasi, dan korupsi.

Dari ketujuh orang tersebut, Jeffrey Webb dan Jose Maria Marin telah diekstradisi ke Amerika Serikat.

Webb, mantan Presiden CONCACAF, diekstradisi 15 Juli, sedangkan Marin, mantan Presiden Federasi Sepak Bola Brasil, diterbangkan ke Amerika Serikat pada 3 November lalu.

Di lain hal, Eugenio Figueredo, Eduardo Li, Julio Rocha, Costas Takkas, dan Rafael Esquivel menolak diekstradisi.

Banding yang mereka ajukan terhadap aturan FOJ saat ini masih disidangkan di Pengadilan Kriminal Federal Swiss.

Penangkapan pada Mei tersebut membuat Sepp Blatter mengundurkan diri sehari setelah terpilih untuk kelima kali sebagai Presiden FIFA.

Saat ini, Issa Hayatou, Presiden Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) menjabat Pelaksana Tugas Presiden FIFA. (AFP/R-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya