Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
NEWCASTLE United mengusung ambisi besar saat bertandang ke Stadion Republik Tofiq Bahramov untuk menghadapi Qarabag FK pada laga leg pertama babak play-off fase gugur Liga Champions, Kamis (19/2) dini hari WIB.
Duel itu menjadi panggung pembuktian bagi "the Magpies" untuk memutus tren negatif laga tandang mereka di kompetisi Eropa.
Meski datang dengan modal kepercayaan diri usai kemenangan beruntun atas Tottenham Hotspur dan Aston Villa di kancah domestik, armada Eddie Howe patut waspada.
Tuan rumah Qarabag bukanlah lawan sembarangan. Klub asal Azerbaijan ini tengah menikmati musim bersejarah setelah berhasil menumbangkan tim-tim mapan sekelas Benfica, Copenhagen, hingga Eintracht Frankfurt.
Namun, sejarah tidak berpihak pada "The Blue and Whites". Qarabag tercatat telah menelan tujuh kekalahan dari delapan pertemuan melawan tim asal Inggris. Satu-satunya hasil positif adalah saat mereka menahan imbang Chelsea 2-2 pada November lalu.
Bagi Eddie Howe, laga ini adalah bagian dari evolusi Newcastle yang sedang membangun identitas baru setelah perombakan besar di bursa transfer musim panas lalu.
Howe, yang telah mempersembahkan trofi Piala Liga musim lalu, mengakui bahwa timnya masih dalam proses penyatuan.
"Ini adalah tim baru. Kami telah mencoba untuk menyatu dan menemukan cara terbaik untuk bekerja dengan para pemain baru tersebut. Saya katakan kami telah meningkat, tetapi masih banyak lagi yang akan datang," ujar Howe dikutip dari laman resmi Liga Champions.
Pelatih yang mengidolakan Pep Guardiola itu juga menekankan pentingnya fleksibilitas taktik. Ia mengaku telah bertransformasi dari seorang pragmatis menjadi idealis seiring bertambahnya sumber daya tim.
"Saya akan melakukan apa pun untuk menang, tetapi saya ingin melakukannya dengan gaya yang saya nikmati saat menontonnya. Terkadang, dari pengalaman tersulitlah Anda belajar paling banyak," tambah Howe.
Di sisi lain, Qarabag yang dijuluki "The Horsemen" dikenal sangat produktif saat bermain di depan pendukung sendiri. Skuad asuhan Gurban Gurbanov selalu mencetak minimal dua gol dalam laga kandang mereka di fase liga, kecuali saat takluk dari Ajax.
Newcastle harus mampu memperbaiki rekor tandang mereka yang kurang meyakinkan, hanya menang dua kali dari 15 laga tandang terakhir di Eropa, jika ingin membawa modal berharga sebelum melakoni leg kedua di St James' Park pekan depan. (Ndf/I-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved