Headline

YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.

Uji Coba Kontra Tiongkok Bahan Evaluasi Timnas Indonesia U-17

Dhika Kusuma Winata
10/2/2026 14:32
Uji Coba Kontra Tiongkok Bahan Evaluasi Timnas Indonesia U-17
Pelatih kepala Timnas Indonesia U-17 Nova Arianto Sartono (kedua kanan) memberikan arahan ke pesepak bola Timnas U-17 saat sesi latihan di Lapangan Indomilk Arena, Kabupaten Tangerang, Banten, Sabtu (7/2/2026).(Antara/Muhammad Iqbal)

PELATIH timnas Indonesia U-17 Nova Arianto menilai pertandingan melawan Tiongkok U-17 menjadi bahan pembelajaran krusial bagi skuad Garuda Muda dalam menatap Piala Asia U-17 2026. Uji coba internasional tersebut membuka gambaran nyata mengenai level permainan yang akan dihadapi Indonesia di panggung Asia.

Timnas Indonesia U-17 dijadwalkan kembali bersua Tiongkok U-17 pada laga uji coba kedua, Rabu (11/2), di Sport Centre Kelapa Dua, Tangerang. Pertandingan kedua menjadi kesempatan lanjutan bagi tim pelatih untuk menerapkan hasil evaluasi dari kekalahan di partai pertama.

Pada laga uji coba pertama yang digelar Minggu (8/2), Indonesia harus mengakui keunggulan Tiongkok dengan skor telak 0-7. Hasil tersebut dinilai tidak sejalan dengan persiapan yang dilakukan tim sebelum pertandingan.

"Jika berbicara soal ekspektasi, tentu hasil ini jauh dari yang kami harapkan, terutama bila dibandingkan dengan persiapan yang sudah dilakukan. Dari sisi performa, permainan kami memang belum sesuai dengan keinginan," ujar Nova Arianto.

Meski demikian, Nova memahami situasi tersebut. Dia menyebut laga kontra Tiongkok menjadi pengalaman internasional pertama bagi sebagian besar pemain Timnas U-17 saat ini. Selain itu, kualitas lawan dinilai berada di level lebih tinggi.

"Saya bisa memaklumi kondisi ini karena ini pertandingan internasional pertama bagi para pemain. Kita juga tahu Tiongkok merupakan tim yang sangat baik. Namun saya melihat pemain sudah berjuang maksimal," kata Nova.

Nova juga menekankan ada perbedaan signifikan dari sisi intensitas dan level permainan jika dibandingkan dengan kompetisi domestik. Menurutnya, kesalahan kecil yang masih bisa ditoleransi di level permainan dalam negeri akan berdampak besar ketika menghadapi lawan sekelas tim-tim Asia.

"Dari segi level dan intensitas, pertandingan ini jelas berbeda. Di EPA, kesalahan kecil masih bisa ditutup, tetapi ketika melawan tim seperti Tiongkok, satu kesalahan saja bisa menjadi masalah besar," ujarnya.

"Dari sisi permainan, intensitas dan tekanan pertandingan sangat berbeda. Pemain harus belajar menghadapi pressing dan keluar dari tekanan. Itu menjadi fokus evaluasi kami," tambah Nova.

Terkait proses adaptasi, Nova kembali menegaskan pentingnya agenda uji coba internasional. Ia mencontohkan Timnas Indonesia U-17 generasi sebelumnya yang menjalani hingga 17 laga uji coba untuk membangun mental dan pengalaman bertanding di level internasional.

Sebab itu, kata Nova, uji coba internasional sangat dibutuhkan. Pasalnya, dari sisi level Indonesia memang masih cukup jauh untuk bersaing di level Asia.

Menjelang Piala Asia U-17 yang dijadwalkan berlangsung pada April mendatang, Nova menilai waktu yang tersisa masih bisa dimanfaatkan untuk melakukan pembenahan. Ia juga membuka peluang penambahan pemain, termasuk opsi pemain diaspora, setelah dua laga uji coba rampung.

Lebih lanjut, Nova menegaskan target jangka panjang Timnas Indonesia U-17 tetap mengarah pada prestasi di Piala Asia dan Piala Dunia.

"Harapannya, para pemain bisa lolos di Piala Asia dan melaju ke Piala Dunia. Tradisi itu harus tetap terjaga," ungkapnya. (I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya