Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KEBERHASILAN Jepang U-23 melangkah ke final Piala Asia U-23 2026 setelah menumbangkan rival abadi mereka, Korea Selatan, menempatkan tim asuhan Go Oiwa dalam posisi nyaman. Kini, publik sepak bola Asia bertanya-tanya: siapa lawan yang lebih "ideal" bagi sang juara bertahan untuk mempertahankan gelarnya? Vietnam yang eksplosif atau Tiongkok yang defensif?
Melihat gaya bermain Jepang yang mengandalkan penguasaan bola (possession) dan kecepatan transisi, kedua calon lawan ini menawarkan tantangan yang sangat berbeda secara taktikal.
Vietnam U-23 di bawah Kim Sang-sik adalah tim yang tidak bisa diprediksi. Mereka memiliki semangat "Giant Killer" yang sudah mendarah daging sejak 2018. Bagi Jepang, melawan Vietnam berarti menghadapi tim yang berani melakukan pressing tinggi dan memiliki pemain sayap yang sangat cepat seperti Dinh Bac.
Risiko bagi Jepang: Jepang sering kali kesulitan menghadapi tim yang bermain sporadis dan mengandalkan serangan balik kilat. Jika Vietnam mampu menciptakan situasi "chaos" di lini tengah, kedisiplinan taktik Jepang bisa goyah.
Keuntungan bagi Jepang: Secara fisik, Jepang setingkat di atas Vietnam. Dalam duel udara dan ketahanan fisik selama 120 menit, Samurai Biru jauh lebih unggul.
Tiongkok U-23 melaju ke semifinal dengan rekor pertahanan yang mencengangkan. Mereka adalah tim yang sangat pragmatis. Melawan Jepang, Tiongkok diprediksi akan menumpuk 10 pemain di area penalti sendiri dan mengandalkan keunggulan fisik dalam situasi bola mati.
Risiko bagi Jepang: Jika Jepang gagal mencetak gol cepat, rasa frustrasi bisa menjadi musuh utama. Kiper Tiongkok, Li Hao, sedang dalam performa puncak dengan statistik penyelamatan tertinggi di turnamen ini.
Keuntungan bagi Jepang: Tiongkok cenderung statis. Jepang memiliki kemampuan teknis untuk membongkar pertahanan rapat lewat kombinasi umpan pendek satu-dua (Sushi-taka). Secara historis, Jepang lebih mudah mendominasi tim yang bermain pasif seperti Tiongkok.
| Kategori Analisis | Vietnam U-23 | Tiongkok U-23 |
|---|---|---|
| Gaya Bermain | Agresif & Transisi Cepat | Defensif & Fisik |
| Kekuatan Utama | Kreativitas Lini Tengah | Organisasi Pertahanan |
| Kelemahan | Konsentrasi Lini Belakang | Kreativitas Serangan |
| Pemain Kunci | Nguyen Quoc Viet | Li Hao (GK) |
Secara teknis, Tiongkok U-23 mungkin menjadi lawan yang lebih "nyaman" bagi Jepang. Mengapa? Karena Jepang sangat dominan dalam penguasaan bola. Melawan tim yang pasif akan memberikan Jepang keleluasaan untuk mengatur tempo permainan tanpa gangguan pressing yang berarti.
Sebaliknya, Vietnam U-23 adalah lawan yang "berbahaya". Mereka memiliki faktor X dan dukungan suporter yang masif yang bisa merusak mentalitas pemain muda Jepang. Namun, siapa pun lawannya, Jepang tetap menjadi favorit utama untuk mengangkat trofi di Jeddah.
(Cah/P-3)
Jepang sedikit diunggulkan karena kedalaman skuad dan mentalitas juara bertahan. Namun, agresivitas lini tengah Taegeuk Warriors bisa menjadi pembeda.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved