Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PANGGUNG semifinal Piala Asia U-23 2026 di Jeddah malam ini akan menjadi penentu siapa yang layak melaju ke partai puncak. Dengan komposisi dua raksasa Asia Timur dan dua tim kejutan, peta kekuatan menuju final sangat berimbang namun penuh intrik taktik.
Banyak pihak menyebut duel Jepang vs Korea Selatan di Stadion King Abdullah Sports City sebagai "final yang kepagian". Jepang hadir sebagai juara bertahan (edisi 2024) dengan organisasi permainan yang sangat rapi. Di sisi lain, Korea Selatan membawa misi balas dendam setelah performa impresif mereka sepanjang fase grup.
Peluang: Jepang sedikit diunggulkan karena kedalaman skuad dan mentalitas juara bertahan. Namun, agresivitas lini tengah Taegeuk Warriors bisa menjadi pembeda jika laga berlanjut hingga babak tambahan.
Vietnam, di bawah asuhan pelatih Kim Sang-sik, menjadi satu-satunya wakil Asia Tenggara yang tersisa. "Golden Star Warriors" tampil klinis sejak fase grup dan berambisi mengulang sejarah manis tahun 2018 saat mereka berhasil menembus final.
Lawan mereka, China, adalah tim paling mengejutkan di edisi kali ini. Lolos ke semifinal dengan hanya mencetak satu gol di waktu normal sepanjang turnamen, China mengandalkan pertahanan berlapis yang sangat sulit ditembus. Mereka berhasil memulangkan Australia dan Uzbekistan lewat skema defensif yang disiplin.
| Tim | Gol Memasukkan | Gol Kemasukan | Pemain Kunci |
|---|---|---|---|
| Jepang | 9 | 2 | Rui Araki |
| Korea Selatan | 7 | 3 | Lee Kang-hee |
| Vietnam | 6 | 2 | Nguyen Dinh Bac |
| China | 1 | 1 | Li Hao (Kiper) |
Pelatih Vietnam, Kim Sang-sik, menyatakan optimismenya menjelang laga kontra China. "Pertandingan ini sekali lagi menegaskan satu hal: tim U23 Vietnam mampu bersaing di level Asia. Kami sangat merindukan rumah dan makanan Pho, tapi kami tidak akan pulang sebelum membawa trofi," ujarnya dikutip dari VN Express.
Skenario final ideal bagi publik netral adalah duel klasik Jepang vs Vietnam, yang akan mempertemukan gaya main teknis tinggi melawan semangat pantang menyerah khas ASEAN. Namun, jika China kembali mampu memaksakan adu penalti, bukan tidak mungkin sejarah baru akan tercipta di Jeddah. (Cah/P-3)
Melihat gaya bermain Jepang yang mengandalkan penguasaan bola (possession) dan kecepatan transisi, kedua calon lawan ini menawarkan tantangan yang sangat berbeda secara taktikal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved