Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Sejarah Piala Asia U-23: Daftar Juara dan 3 Tiket Olimpiade

Cahya Mulyana
20/1/2026 19:57
Sejarah Piala Asia U-23: Daftar Juara dan 3 Tiket Olimpiade
Log Federasi Sepak Bola Asia.(dok.MI)

SEJAK pertama kali digulirkan, Piala Asia U-23 telah menjadi kawah candradimuka bagi talenta-talenta terbaik Benua Kuning. Turnamen ini pertama kali diperkenalkan oleh Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) pada tahun 2013 dengan nama awal AFC U-22 Championship. Edisi perdana tersebut berlangsung di Oman, di mana Irak keluar sebagai juara pertama setelah mengalahkan Arab Saudi di partai final.

Transformasi Nama dan Batasan Usia

Pada edisi kedua di tahun 2016 yang digelar di Qatar, AFC melakukan perubahan signifikan dengan mengubah batasan usia dari U-22 menjadi U-23. Hal ini dilakukan untuk menyelaraskan turnamen dengan kualifikasi Olimpiade. Sejak saat itu, nama turnamen berubah menjadi AFC U-23 Championship, sebelum akhirnya dibranding ulang menjadi AFC U-23 Asian Cup pada tahun 2021.

Daftar Juara Piala Asia U-23 dari Masa ke Masa

Hingga saat ini, belum ada satu pun negara yang benar-benar mendominasi turnamen ini secara mutlak. Jepang menjadi tim pertama yang berhasil meraih dua gelar juara (2016 dan 2024), membuktikan kedalaman pembinaan usia dini mereka.

Tahun Tuan Rumah Juara Skor Final Runner-up
2013 Oman Irak 1-0 Arab Saudi
2016 Qatar Jepang 3-2 Korea Selatan
2018 Tiongkok Uzbekistan 2-1 (AET) Vietnam
2020 Thailand Korea Selatan 1-0 (AET) Arab Saudi
2022 Uzbekistan Arab Saudi 2-0 Uzbekistan
2024 Qatar Jepang 1-0 Uzbekistan

Jalur Kejam Menuju Olimpiade

Salah satu alasan mengapa Piala Asia U-23 begitu kompetitif adalah statusnya sebagai babak kualifikasi Olimpiade untuk zona Asia. Hal ini terjadi setiap dua edisi sekali (pada tahun yang habis dibagi empat). Tiga tim teratas (Juara, Runner-up, dan Peringkat 3) akan mendapatkan tiket otomatis ke Olimpiade, sementara peringkat keempat harus menjalani laga play-off antar-benua.

Lonjakan Drastis Timnas Indonesia

Timnas Indonesia memiliki sejarah yang unik dalam turnamen ini. Setelah selalu gagal di babak kualifikasi selama satu dekade (2013-2022), skuad Garuda Muda mencetak sejarah besar pada edisi 2024 di Qatar. Di bawah asuhan pelatih Shin Tae-yong, Indonesia yang berstatus tim debutan berhasil melaju hingga babak semifinal.

Kemenangan dramatis atas Korea Selatan di perempat final melalui adu penalti menjadi momen ikonik yang mengubah pandangan Asia terhadap sepak bola Indonesia. Meski akhirnya finis di peringkat keempat, pencapaian ini merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah partisipasi Indonesia di level kelompok umur Asia.

People Also Ask (FAQ):

  • Siapa juara pertama Piala Asia U-23? Irak adalah juara edisi pertama pada tahun 2013.
  • Negara mana yang paling banyak juara? Jepang memegang rekor dengan 2 gelar juara (2016 & 2024).
  • Apakah Indonesia pernah juara? Belum, prestasi terbaik Indonesia adalah peringkat keempat pada edisi 2024.
  • Berapa tahun sekali turnamen ini digelar? Turnamen ini digelar setiap dua tahun sekali.

Piala Asia U-23 terus berkembang menjadi kompetisi yang sulit diprediksi. Dengan munculnya kekuatan baru seperti Uzbekistan dan kebangkitan Asia Tenggara, turnamen ini akan selalu menjadi magnet bagi pencari bakat klub-klub Eropa.

(Cah/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya