Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Napoli vs Cremonese: Rasmus Hojlund Cetak Brace Tak Terduga Saat Napoli Tundukan Cremonese

Thalatie K Yani
29/12/2025 04:57
Napoli vs Cremonese: Rasmus Hojlund Cetak Brace Tak Terduga Saat Napoli Tundukan Cremonese
Bintang Napoli Rasmus Hojlund bercanda soal dua gol kaki kanannya saat bungkam Cremonese. Napoli sukses ukir sejarah menyamai era Maradona di akhir tahun 2025.(Napoli)

NAPOLI berhasil menutup tahun 2025 dengan penuh suka cita setelah menumbangkan Cremonese 2-0 dalam lanjutan Serie A. Bintang kemenangan I Partenopei, Rasmus Hojlund, menjadi sorotan utama setelah mencetak brace unik menggunakan kaki terlemahnya.

Kemenangan ini terasa sangat krusial bagi Napoli. Sebelum terbang ke Riyadh untuk menjuarai Supercoppa Italiana, tim asuhan Antonio Conte ini sempat kehilangan posisi puncak klasemen akibat kekalahan dari Udinese. Namun, tambahan tiga poin dari markas Cremonese memastikan Napoli tetap berada di jalur persaingan juara.

Sensasi Kaki Kanan Hojlund 

Terpilih sebagai Man of the Match, Hojlund mencetak kedua golnya sebelum turun minum. Menariknya, kedua gol tersebut lahir dari kaki kanan yang merupakan kaki terlemah pemain asal Denmark tersebut.

“Itu tidak sering terjadi!” aku Hojlund sambil bercanda saat diwawancarai oleh DAZN Italia. “Saya hanya senang dengan hasilnya. Menang 2-0 di sini tidak mudah karena Cremonese menyulitkan banyak tim musim ini. Tugas yang berat, tapi kami membawa pulang tiga poin untuk Napoli.”

Hojlund kini tampak lebih matang dibandingkan saat masih membela Atalanta maupun Manchester United. Ia merasa pengalamannya di liga-liga top Eropa telah membentuknya menjadi penyerang yang lebih komplet.

“Saya menjadi lebih baik setiap musim. Jelas, saya sedikit lebih muda di Atalanta, sekarang saya punya lebih banyak pengalaman setelah bermain di Liga Premier dan Liga Champions,” tambahnya.

Pujian untuk Politano dan Catatan Sejarah 

Selain membahas golnya, Hojlund memberikan apresiasi khusus kepada rekannya, Matteo Politano. Meski Politano jarang mencetak gol musim ini, Hojlund menilai kontribusi taktisnya sangat vital bagi tim.

“Saya bermain bersama pemain-pemain hebat sekarang, seperti Politano. Dia mungkin tidak mendapatkan pujian yang layak karena belum banyak mencetak gol, tetapi dia sangat membantu tim dan merupakan pemain top. Dia sangat penting bagi kami,” puji Hojlund.

Politano, yang telah ditransformasi Antonio Conte menjadi bek sayap (wing-back) dalam formasi 3-4-2-1, merasa semakin matang secara taktik. "Saya rasa saya telah berkembang pesat secara taktik dalam 18 bulan terakhir," ujar Politano.

Tahun 2025 menjadi tahun yang bersejarah bagi publik Naples. Selain kembali menjadi juara Italia untuk kedua kalinya dalam tiga tahun terakhir, mereka juga berhasil mengangkat trofi Supercoppa Italiana. Ini adalah pertama kalinya sejak 1990, era legendaris Diego Armando Maradona, Napoli mampu memenangkan dua trofi dalam satu tahun kalender.

“Ini adalah tahun 2025 yang spektakuler bagi seluruh penggemar Napoli. Sekarang kami mengakhiri tahun dengan kemenangan besar dan harus melanjutkan tahun 2026 dengan rasa lapar ini,” pungkas Politano. (Football-Italia/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik