Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Bayern Muenchen Kukuh di Puncak Bundesliga

Dhika Kusuma Winata
22/12/2025 14:12
Bayern Muenchen Kukuh di Puncak Bundesliga
Pesepak bola Bayern Munich Harry Kane (kanan).(Xinhua/Philippe Ruiz)

HARRY Kane menandai laga pertamanya sebagai kapten Bayern Muenchen dengan kemenangan telak. Meski tampil pincang, Bayern melibas Heidenheim 4-0 pada lanjutan Bundesliga, Minggu (21/12) malam, sebelum jeda musim dingin dan kembali menjauh sembilan poin di puncak klasemen.

Kemenangan tersebut menjadi respons cepat Bayern setelah Borussia Dortmund sempat memangkas jarak menjadi enam poin. Di Voith-Arena, Bayern tampil dominan lewat gol Josip Stanisic, Michael Olise, Luis Diaz, dan Kane.

Bagi Bayern, kemenangan ini menutup paruh musim dengan posisi ideal. Bagi Kane, hasil itu sekaligus menegaskan konsistensi Bayern sepanjang tahun kalender 2025 yang ia sebut sebagai periode terbaik dalam kariernya di Jerman.

“Ini tahun yang luar biasa bagi kami. Kami mulai membangun semangat dan energi tim yang sulit dipatahkan, dan itu kami bawa ke musim ini. Kami tahu perjalanan masih panjang sampai akhir musim, tetapi kami berada di jalur yang tepat,” kata Kane kepada DAZN.

Laga tersebut terasa spesial bagi Kane karena untuk pertama kalinya ia mengenakan ban kapten Bayern tepat pada penampilan kompetitifnya yang ke-121 bersama klub. Kepercayaan itu datang di tengah krisis pemain yang melanda.

Die Roten datang ke Heidenheim nyaris tanpa satu tim inti. Nama-nama seperti Manuel Neuer, Joshua Kimmich, Konrad Laimer, Kim Min-jae, hingga Aleksandar Pavlovic absen akibat cedera, skorsing, dan tugas internasional.

Di bangku cadangan, hanya dua pemain yang pernah menjadi starter Bundesliga. Pelatih Bayern, Vincent Kompany, menggambarkan situasi tersebut sebagai kondisi yang tidak ideal.

“Rasanya seperti minggu-minggu masa covid, pemain berguguran satu per satu,” ujar Kompany.

“Saya bangga dengan tim, karena tidak mudah datang ke sini dengan kondisi seperti ini lalu tampil sebaik itu,” tambahnya.

Meski pincang, Bayern tetap efektif. Olise, yang baru menjalani operasi mata ringan awal pekan, berperan penting dalam dua gol awal. Umpan sepak pojoknya disambut Stanisic pada menit ke-15 sebelum tendangan bebasnya kembali merepotkan pertahanan lawan dan berujung gol kedua.

Luis Diaz, yang kembali segar setelah menjalani skorsing, memastikan kemenangan lewat sundulan pada menit-menit akhir.

Kane kemudian melengkapi pesta gol di masa tambahan waktu. Setelah sempat menyia-nyiakan peluang di awal babak kedua, striker Inggris itu mengecoh dua bek sebelum melepaskan tembakan rendah yang menandai gol ke-30 di semua ajang musim ini.

Di sisi lain, kekalahan itu membuat Heidenheim kian terpuruk di papan bawah dan tertahan di zona degradasi. Pelatih Frank Schmidt tidak mencari kambing hitam atas hasil buruk tersebut.

“Saya tidak puas. Bukan pada diri saya, bukan pada tim, dan bukan pada staf pelatih, karena kami memberi terlalu banyak peluang,” ucap Schmidt.

“Itu tanggung jawab saya untuk membuat tim lebih stabil. Itu tugas utama saya sekarang,” katanya. (AFP/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik