Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
Wajah sepak bola nasional dalam beberapa tahun terakhir mengalami transformasi yang signifikan. Salah satu faktor utama pendorong perubahan ini adalah kehadiran pemain keturunan Indonesia yang kini menjadi tulang punggung Tim Nasional (Timnas) Garuda. Strategi PSSI di bawah kepemimpinan Erick Thohir dan arahan pelatih Shin Tae-yong tidak lagi sekadar melakukan naturalisasi pemain asing tanpa darah Indonesia, melainkan fokus pada para diaspora yang memiliki garis keturunan langsung (jus sanguinis) dan berkarier di liga-liga top Eropa.
Kehadiran mereka tidak hanya meningkatkan kualitas permainan di lapangan, tetapi juga mendongkrak mentalitas bertanding skuad Garuda di kancah internasional. Berikut adalah ulasan mendalam mengenai profil dan peran para pemain keturunan yang kini membela Merah Putih.
Lini belakang menjadi sektor yang paling banyak mendapatkan suntikan tenaga dari para pemain diaspora. Postur tubuh yang ideal dan pengalaman bermain di Eropa menjadi nilai tambah yang krusial.
Pemain yang akrab disapa "Bang Jay" ini menjadi fenomena baru di lini pertahanan Indonesia. Bermain untuk klub Serie A Italia, Venezia, Jay Idzes membawa ketenangan dan kepemimpinan yang solid. Ia memiliki darah Indonesia dari kakek dan neneknya yang berasal dari Jakarta dan Semarang. Kualitasnya dalam membaca permainan dan distribusi bola menjadikannya salah satu bek tengah terbaik yang dimiliki Timnas saat ini.
Sebagai salah satu pemain paling berpengalaman, Jordi Amat pernah merumput di La Liga (Espanyol, Real Betis) dan Premier League (Swansea City). Darah bangsawannya berasal dari Kerajaan Siau, Sulawesi Utara. Pengalamannya sangat vital dalam membimbing pemain-pemain muda di lini belakang.
Pemain muda jebolan akademi Wolverhampton Wanderers ini dikenal dengan gaya mainnya yang agresif dan tanpa kompromi. Justin Hubner, yang memiliki darah Indonesia dari kakeknya yang berasal dari Makassar, mampu bermain sebagai bek tengah maupun gelandang bertahan.
Nathan adalah pemain versatile yang bisa ditempatkan sebagai bek kiri maupun gelandang tengah. Pemain Swansea City ini memiliki darah Semarang dari kakeknya. Kemampuannya dalam memberikan umpan progresif sangat membantu transisi permainan Timnas.
Salah satu tambahan terbaru yang sangat berharga adalah Mees Hilgers. Menjadi bek andalan FC Twente di Eredivisie Belanda, Hilgers memiliki nilai pasar yang sangat tinggi. Ibunya adalah wanita asli Manado, yang membuatnya memiliki ikatan kuat dengan Indonesia.
Di posisi bek kiri, Calvin Verdonk dari NEC Nijmegen menawarkan kedisiplinan bertahan dan tendangan bebas yang mematikan. Ayahnya berasal dari Aceh, menjadikannya salah satu talenta diaspora yang melengkapi kekuatan sayap pertahanan.
Tidak hanya di belakang, sektor gelandang dan penyerang juga diisi oleh talenta-talenta berdarah Indonesia yang mumpuni.
Dijuluki "The Professor", Thom Haye adalah otak serangan Timnas Indonesia saat ini. Gelandang yang lama berkarier di Eredivisie ini memiliki visi bermain di atas rata-rata. Darah Indonesianya berasal dari kakeknya yang lahir di Solo dan neneknya dari Sulawesi Utara. Umpan-umpan akuratnya sering kali menjadi kunci pembuka pertahanan lawan.
Muda dan bertenaga, Ivar Jenner adalah motor lini tengah masa depan Indonesia. Pemain FC Utrecht ini memiliki darah Jember dari neneknya. Koneksinya dengan Rafael Struick di lapangan sering kali merepotkan lawan.
Di lini serang, kehadiran Ragnar Oratmangoen memberikan dimensi baru. Pemain yang kini merumput di Liga Belgia bersama FCV Dender ini memiliki kemampuan dribbling dan penyelesaian akhir yang baik. Ia memiliki darah Maluku dan beragama Islam, yang membuatnya cepat beradaptasi dengan budaya Indonesia.
Menjadi andalan Shin Tae-yong di lini depan, Rafael Struick dikenal dengan mobilitasnya yang tinggi. Meski berposisi sebagai striker, ia rajin turun menjemput bola dan membuka ruang. Darah Indonesianya berasal dari neneknya yang lahir di Semarang.
Sektor penjaga gawang mendapatkan upgrade signifikan dengan kehadiran Maarten Paes. Kiper yang bermain untuk FC Dallas di Major League Soccer (MLS) Amerika Serikat ini memiliki nenek yang lahir di Kediri, Jawa Timur. Kemampuannya melakukan penyelamatan krusial dan ketenangannya di bawah mistar gawang telah memberikan rasa aman bagi pertahanan Garuda, terutama saat menghadapi tim-tim raksasa Asia.
Kehadiran para pemain keturunan Indonesia ini bukan tanpa hasil. Dampaknya terlihat jelas dari lonjakan peringkat FIFA Indonesia dan keberhasilan menembus babak-babak krusial di kualifikasi Piala Dunia serta Piala Asia. Sinergi antara pemain lokal dan pemain keturunan menciptakan kompetisi yang sehat di dalam tim, memaksa setiap individu untuk meningkatkan standar permainan mereka.
Program naturalisasi berbasis keturunan ini membuktikan bahwa diaspora Indonesia di luar negeri memiliki rasa nasionalisme yang tinggi. Mereka tidak hanya datang untuk bermain bola, tetapi pulang untuk membela tanah leluhur mereka. (Z-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved