Headline

Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.

Kediaman Kapten Fenerbahce Digerebek Terkait Skandal Taruhan Ilegal

Basuki Eka Purnama
06/12/2025 10:20
Kediaman Kapten Fenerbahce Digerebek Terkait Skandal Taruhan Ilegal
Kapten Fenerbahce Mert Hakan Yandas(AFP/SIMON WOHLFAHRT)

KEPOLISIAN Turki melancarkan operasi besar-besaran terhadap dugaan taruhan ilegal dan pengaturan skor (match-fixing) yang mengguncang dunia sepak bola negara itu. Dalam perkembangan terbaru yang dramatis, rumah kapten tim Fenerbahce, Mert Hakan Yanda, digerebek sebagai bagian dari penyelidikan yang meluas.

Pada Jumat (5/12) pagi, Jaksa Penuntut Umum di Istanbul memerintahkan penangkapan terhadap 46 orang, dengan 29 di antaranya adalah pemain sepak bola profesional. Skandal ini menjadi sorotan utama di Turki, melibatkan klub-klub papan atas hingga pejabat liga.

Bintang Liga Super Turki Terlibat

Gelandang Fenerbahce, Mert Hakan Yandas, 31, dikabarkan telah ditahan polisi. Jaksa menuduh Yanda, yang merupakan salah satu kapten tim, melakukan taruhan ilegal pada sejumlah pertandingan melalui pihak ketiga.

Pemain lain yang masuk daftar penangkapan adalah bek tengah Galatasaray berusia 23 tahun, Metehan Baltac. 

Baltac dituduh memasang taruhan pada pertandingan yang melibatkan timnya sendiri, sebuah pelanggaran serius. 

Ia sendiri baru-baru ini dijatuhi sanksi larangan bermain selama sembilan bulan oleh Federasi Sepak Bola Turki (TFF) atas kasus serupa.

Peraturan sepak bola secara tegas melarang pemain berpartisipasi dalam taruhan pertandingan, baik yang melibatkan tim mereka maupun tidak, demi menjaga integritas olahraga. 

Dari total 29 pemain yang ditangkap, sebanyak 27 pemain diduga kuat bertaruh pada pertandingan tim mereka sendiri.

Pejabat Klub dan Wasit Terseret

Penyelidikan tidak hanya menyasar pemain. Beberapa tokoh kunci dalam manajemen klub dan perwasitan juga masuk dalam daftar penangkapan. Di antaranya adalah pemilik Ankaraspor Ahmet Okatan, dan presiden klub, Mehmet Emin Katipoglu, serta presiden Nazilli Belediyespor, Sahin Kaya. 

Para pejabat ini diduga terlibat dalam pengaturan hasil pertandingan antara Ankaraspor dan Nazilli Belediyespor pada April 2024.

Kasus dugaan pengaturan skor lain juga diangkat, yakni upaya memengaruhi hasil pertandingan antara Umraniyespor dan Giresunspor pada Desember 2023. Enam orang, termasuk satu pemain, dituduh terlibat dalam kasus ini.

Nama-nama lain yang terseret mencakup mantan presiden Adana Demirspor, Murat Sancak, mantan wasit yang kini menjadi komentator, Ahmet Çakar (beserta istrinya), dan wasit liga utama, Zorbay Küçük, yang dicurigai melakukan transaksi keuangan mencurigakan melalui rekening bank.

Upaya Penahanan Terus Berlanjut

Kantor kejaksaan mengonfirmasi bahwa 35 dari 46 orang yang ditargetkan telah berhasil ditahan. Mengenai 11 tersangka yang tersisa, lima di antaranya diyakini berada di luar negeri.

"Upaya untuk menangkap tersangka lainnya terus berlangsung," demikian pernyataan kantor kejaksaan, yang menekankan bahwa, "Penyelidikan akan terus dilakukan dengan ketelitian dan determinasi."

Sebelum operasi ini, pada November 2025, TFF telah menangguhkan lebih dari 1.000 pemain dari kompetisi karena dugaan pelanggaran taruhan. 

Skandal ini mencuat sejak Presiden TFF, Ibrahim Haciosmanoglu, pada Oktober 2025 menuduh ratusan wasit terkait dengan rekening taruhan.

Skandal ini terjadi di tengah persaingan sengit Liga Super Turki, saat Galatasaray kini memimpin klasemen, hanya unggul satu poin dari rival abadi mereka, Fenerbahce, setelah 14 pertandingan. (bbc/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya