Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Man City vs Leeds, Daniel Farke Tuduh Gianluigi Donnarumma Pura-Pura Jatuh

Media Indonesia
30/11/2025 11:52
Man City vs Leeds, Daniel Farke Tuduh Gianluigi Donnarumma Pura-Pura Jatuh
Pelatih Leeds Daniel Farke(Instagram/@danielfrke)

PELATIH Leeds United, Daniel Farke menuduh Gianluigi Donnarumma berpura-pura cedera saat pertandingan Liga Inggris antara Man City vs Leeds di Etihad. Itu dinilai dilakukan agar Pep Guardiola dapat memberikan kesempatan kepada para pemain Manchester City.

Donnarumma terjatuh dan meminta perawatan tepat sebelum menit ke-60, saat tim tamu unggul setelah Dominic Calvert-Lewin memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1 di awal babak kedua.

Saat pemain Italia itu sedang ditangani oleh tim medis, Guardiola memanggil semua 10 pemain lapangan untuk memberikan instruksi baru setelah Leeds mengubah formasi pada babak pertama. Perubahan taktik tersebut membuat City terdesak, namun meskipun Leeds berhasil menyamakan skor, City berhasil menghentikan laju lawan dan mencetak gol penentu kemenangan pada menit injury time melalui Phil Foden.

Meskipun Farke bersikeras bahwa dia tidak bermaksud mengkritik Guardiola, dia mengatakan bahwa alasan Donnarumma terjatuh sudah jelas dan menyerukan perubahan aturan untuk mencegah hal serupa terjadi di masa depan.

“Semua orang tahu mengapa dia terjatuh, kan? Itu bukan seperti gajah di dalam ruangan. Kamu bisa tanya pendapatku tentang itu, mengapa dia terjatuh, menurutku itu jelas,” katanya.

Adegan Donnarumma dan Haaland di akhir pertandingan menimbulkan lebih banyak pertanyaan daripada jawaban bagi Man City.

“Itu sesuai aturan. Itu cerdas. Itu dalam konteks fair play, jika seharusnya seperti ini, saya akan menyimpannya untuk diri sendiri dan membiarkan otoritas menemukan solusinya. Itu sesuai aturan. Saya bertanya kepada wasit keempat apakah dia ingin melakukan sesuatu, dia menjawab ‘tidak, kita tidak bisa melakukan apa-apa," ujar Daniel Farke seperti dikutip dari Manchester Evening News, Minggu (30/11).

“Jika kita tidak mendidik para pemain sepak bola tentang apa yang harus dilakukan dalam hal fair play dan sportivitas, jika mereka mencoba memanipulasi aturan untuk keuntungan mereka sendiri, dan jika mereka bisa berpura-pura cedera untuk melakukan pembicaraan tim tambahan, saya pikir itu bukan sesuatu yang saya sukai secara pribadi. Namun, jika hal itu masih dalam batas aturan, saya tidak bisa mengeluh tentang hal itu," imbuh dia.

"Saran saya adalah jika hal ini terjadi, maka keputusan 50-50 sebaiknya diberikan kepada tim tamu daripada tim tuan rumah. Setelah 90 menit dengan skor 2-2, saya akan meniup peluit daripada menambahkan waktu tambahan. Ada alat yang dapat Anda gunakan untuk memastikan hal ini tidak terjadi. Ada alasan mengapa kiper yang terjatuh dan bukan pemain lapangan, karena pemain lapangan harus keluar lapangan.

"Saya ragu apakah otoritas dapat menemukan solusi dalam konteks fair play. Saya tidak mengkritik rekan saya. Bukan karena dia (Guardiola) terjatuh. Jika dia punya waktu untuk melakukannya dan ada cedera, saya juga akan melakukannya.

“Kami memiliki hubungan yang sangat baik dan Pep adalah manajer terbaik di dunia. Untuk mengubah sesuatu dalam pertandingan, tidak ada yang lebih baik darinya. Tidak ada 1% kritik terhadap Pep. Fakta bahwa ini terjadi, semua orang tahu itu.”

Komentar Farke disampaikan kepada Guardiola dalam konferensi persnya sendiri. Di sisi lain, manajer City itu mengatakan dia tidak tahu mengapa Donnarumma terjatuh, sebelum menyarankan bahwa Liga Inggris akan terburu-buru menjatuhkan denda kepada City jika mereka melanggar aturan. Dia juga menyoroti bahwa dia terlambat untuk konferensi persnya karena Farke menghabiskan waktu terlalu lama untuk berbicara. (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya