Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Laga panas Persebaya vs Arema FC kembali menyisakan kekecewaan bagi pendukung setia Bajol Ijo. Pertandingan lanjutan Indonesia Super League yang digelar di Stadion Gelora Bung Tomo itu berakhir dengan skor 1-1, hasil yang langsung memicu seruan “Edu Out” dari tribune Bonek.
Pelatih Persebaya, Eduardo Perez, memberikan respons tenang terhadap desakan suporter. Ia menyampaikan permintaan maaf karena belum mampu membawa Persebaya meraih kemenangan di laga penuh gengsi tersebut.
“Saya memahami kekecewaan suporter. Mereka ingin menang, tapi hasilnya seri. Saya meminta maaf karena belum bisa memberikan yang terbaik,” ujar Edu di hadapan wartawan usai pertandingan.
Pertandingan Persebaya vs Arema FC selalu menjadi laga sarat rivalitas. Harapan besar mengiringi tim kebanggaan Kota Pahlawan, terlebih selama beberapa pertemuan sebelumnya Arema kerap kesulitan saat menghadapi Persebaya.
Namun kali ini Bajol Ijo gagal memetik poin penuh meski bermain di hadapan ribuan Bonek. Gol penyeimbang dari Persebaya membuat skor akhir bertahan 1-1 dan memancing kekecewaan mendalam.
Tidak hanya Eduardo Perez, pemain asing Persebaya Bruno Moreira juga ikut menyampaikan permohonan maaf kepada Bonek. Ia menegaskan bahwa seluruh pemain sudah tampil maksimal.
“Kami semua pemain meminta maaf ke suporter. Kami sudah berusaha keras tetapi hasilnya belum memuaskan,” kata Bruno.
Bruno menambahkan bahwa tim akan segera melakukan evaluasi dan bertekad tampil lebih baik pada pertandingan berikutnya.
Setelah duel panas Persebaya vs Arema FC ini, manajemen dan tim berkomitmen melakukan evaluasi menyeluruh. Tekanan dari Bonek diharapkan menjadi motivasi agar skuad Bajol Ijo bangkit di laga-laga mendatang. (Z-10)
Keputusan pemutusan kontrak Eduardo Perez itu diambil setelah Persebaya membukukan rangkaian hasil yang dinilai belum stabil.
Pelatih Persebaya Eduardo Perez mengaku kecewa usai timnya ditahan Arema FC 1-1 meski tampil dominan dalam laga pekan ke-13 BRI Liga 1 2025/2026
Laga panas Persebaya vs Arema FC di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) berakhir antiklimaks. Persebaya hanya mampu bermain imbang 1-1,
PELATIH Persebaya Surabaya, Eduardo Perez, menilai penggunaan teknologi video assistant referee (VAR) kerap merugikan timnya, karena dianggap terlalu berlebihan.
Pelatih Persebaya Surabaya, Eduardo Perez, menegaskan timnya telah melakukan evaluasi menyeluruh atas kekalahan sebelumnya dan kini fokus menatap laga melawan Persis Solo
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved