Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Heboh Rizky Ridho Pimpin Voting Puskas Award 2025, FIFA Umumkan Desember

Dhika Kusuma Winata
17/11/2025 20:21
Heboh Rizky Ridho Pimpin Voting Puskas Award 2025, FIFA Umumkan Desember
Pesepak bola Persija Jakarta Rizky Ridho (ketiga kiri) melakukan selebrasi bersama rekannya Gustavo Franca usai mencetak gol ke gawang pesepak bola Persita Tangerang pada pertandingan BRI Super League di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta, Mingg(Antara/Fauzan)

MEDIA sosial mendadak dipenuhi unggahan yang mengeklaim sebagai hasil sementara voting Puskas Award 2025. Nama bek timnas Indonesia, Rizky Ridho, bahkan disebut memimpin di atas para pesaing seperti bintang Barcelona Lamine Yamal hingga pemain Arsenal Declan Rice. 

Di media sosial, beredar grafik yang disebut-sebut sebagai perolehan suara terkini. Angka yang ditampilkan menempatkan Rizky Ridho sementara mengemas 608.724 suara diikuti Yamal dengan 562.027 suara.

Hanya, menurut aturan dan mekanisme resmi FIFA hasil voting baru akan selesai pada 3 Desember mendatang. FIFA belum merilis datanya.

Dalam pedoman resmi, FIFA menegaskan hasil pemungutan suara baru diproses setelah periode voting berakhir. Voting untuk Puskas Award 2025 dibuka sejak 13 November 2025 lalu dan ditutup pada 3 Desember 2025.

FIFA menetapkan skema penilaian berimbang antara pemilih umum dan panel FIFA Legends. Kedua kelompok memiliki bobot suara yang sama.

Setiap pemilih, baik fans umum maupun anggota panel FIFA Legends, berhak memilih tiga gol dari daftar 11 kandidat. Lima poin akan didapat kandidat untuk setiap pilihan pertama. 

Pilihan kedua mendapat tiga poin sedangkan pilihan ketiga meraih satu poin untuk setiap suara yang diraih. "Pemenang untuk setiap penghargaan dipilih oleh juri internasional yang terdiri dari panel FIFA Legends dan para penggemar di seluruh dunia yang terdaftar," demikian bunyi aturan FIFA.

"Suara FIFA Legends dan suara para penggemar masing-masing akan membentuk separuh dari total pemungutan suara, tanpa memperhitungkan berapa banyak orang yang memberikan suara dalam setiap kelompok tersebut." (I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik