Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Simon Tahamata Nilai Seleksi Pemain di Indonesia Terlambat Dimulai

Khoerun Nadif Rahmat
07/11/2025 22:31
Simon Tahamata Nilai Seleksi Pemain di Indonesia Terlambat Dimulai
Simon Tahamata.(ANTARA/BAYU PRATAMA S)

PENCARI bakat PSSI, Simon Tahamata, menilai pembinaan pemain usia muda di Indonesia masih perlu pembenahan, terutama terkait usia awal seleksi. Ia menyebut proses pencarian bakat seharusnya dimulai jauh lebih dini.

“Di Belanda sejak usia 8 tahun sudah ada seleksi bagi calon-calon pemain masa depan. Di Indonesia, terus terang, sudah terlambat dengan bikin seleksi dengan umur lebih muda lagi. Di Indonesia kita mulai seleksi dari usia 13–14 tahun,” ujar Simon.

Ia menekankan pentingnya pembinaan sejak dini agar kemampuan teknis dan mental pemain terbentuk lebih matang. “Secara perlahan dan harus kita ikuti seperti di Eropa yaitu sejak 8 tahun. Namun butuh waktu dan mesti sabar sedikit,” katanya.

Simon menilai kerja sama dengan sekolah sepak bola bisa menjadi langkah awal. “Perkenalan dasar di usia paling dini sangat penting sehingga di usia 13–14 tahun, kita sudah tahu apakah pemain muda ini berbakat atau tidak,” ujarnya.

Menurutnya, pembinaan usia dini bukan hanya soal teknik, tetapi juga kecerdasan bermain. “Anak-anak harus punya banyak akal dan cara berpikir cepat dalam bermain bola,” tutur Simon. (I-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Budi Ernanto
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik