Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PELATIH timnas Indonesia U-23, Gerald Vanenburg, angkat bicara terkait insiden kontroversial yang terjadi di akhir laga final Piala AFF U-23 2025. Aksi tersebut memicu ketegangan di pinggir lapangan dan berujung pada kartu merah bagi salah satu ofisial Indonesia.
Vanenburg menanggapi tindakan pelatih Vietnam U-23, Kim Sang-sik, yang menghalangi Robi Darwis saat hendak melakukan lemparan ke dalam pada masa tambahan waktu.
Peristiwa itu terjadi di menit-menit terakhir pertandingan, ketika Indonesia memperoleh peluang lemparan ke dalam di sisi kiri lapangan, dekat dengan area teknis tim lawan. Momen itu berpotensi menjadi kesempatan terakhir bagi Garuda Muda untuk mencetak gol penyeimbang.
Namun, pelatih Vietnam tiba-tiba maju mendekati garis lapangan dan bereaksi dengan cara yang mengganggu Robi Darwis dalam mengambil lemparan.
Tindakan tersebut membuat wasit utama asal Jepang, Koji Takasaki, memberikan kartu kuning kepada Kim Sang-sik. Namun, suasana semakin memanas ketika pelatih kiper Indonesia, Damian van Rensburg, melangkah ke area teknis Vietnam karena terbawa emosi.
Meski tak sampai terjadi kontak fisik, Van Rensburg dinilai melanggar aturan dengan memasuki area teknis lawan dan langsung menerima kartu merah.
Gerald Vanenburg mengaku tidak senang dengan insiden tersebut, namun memahami bahwa emosi dalam pertandingan bisa memuncak.
"Ya, tentu saja, kartu merah itu bukan hal yang bagus, tapi ya, ini pertandingan yang penuh emosi, dan kadang orang bisa kehilangan kendali, dan saya rasa wasit juga kadang kehilangan kendali," ujar Vanenburg.
"Kadang-kadang Anda memang mendapat kartu merah, dan itu juga bagian dari sepak bola. Saya tidak senang dengan itu, tapi itu sudah terjadi," imbuhnya.
Walaupun Kim Sang-sik tidak secara eksplisit mengakui niat untuk mengulur waktu, tindakannya dianggap memperlambat ritme permainan dan turut memengaruhi fokus para pemain Indonesia yang tengah mengejar gol penyeimbang.
Laga final yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Selasa malam (29/7), berakhir dengan kekalahan tipis Indonesia 0-1 dari Vietnam. Hasil tersebut membawa Vietnam meraih gelar juara Piala AFF U-23 untuk ketiga kalinya secara berturut-turut. (Dhk/I-1)
VIETNAM U-23 meraih gelar juara Piala AFF U-23 2025.
Timnas Indonesia U-23 sebelumnya berhasil mengalahkan Thailand di semifinal melalui drama adu penalti. Sedangkan, Vietnam mengalahkan Filipina.
Garuda Muda sendiri akan menghadapi Vietnam U-23 pada pertandingan final Piala AFF U-23 malam ini di Stadion Gelora Bung Karno pukul 20:00 WIB.
TIMNAS Indonesia U-23 memiliki peluang emas untuk mengulangi sejarah di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.
TIMNAS Indonesia U-23 bersiap menghadapi Vietnam dalam partai final Piala AFF U-23 2025 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Selasa (29/7) malam pukul 20.00 WIB.
Masa depan Gerald Vanenburg sempat menjadi pertanyaan, terutama setelah ia dipastikan tidak akan melatih timnas Indonesia untuk SEA Games 2025.
Football Institute menyajikan perbandingan objektif antara Shin Tae-yong dan Gerald Vanenburg di level U-23, serta antara Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert di level timnas senior.
Kekalahan dari Korea Selatan membuat Indonesia U-23 hanya finis dengan empat poin dari tiga pertandingan.
Pelatih timnas U-23 Indonesia Gerald Vanenburg menyinggung minimnya menit bermain pemainnya di klub masing-masing usai Garuda Muda kalah 0-1 dari Korsel di laga kualifikasi Piala Asia U-23.
Meskipun menang 5-0 atas Makau, Gerald meminta skuat Garuda Muda, lebih mempersiapkan diri untuk laga selanjutnya
PELATIH Timnas Indonesia U-23, Gerald Vanenburg, menyoroti hasil imbang 0-0 melawan Laos.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved