Jumat 28 Oktober 2022, 08:40 WIB

Menunaikan Penantian Panjang

Dhika Kusuma Winata | Sepak Bola
Menunaikan Penantian Panjang

AFP/GEOFF CADDICK
Timnas Wales

 

PIALA Dunia seolah-olah menjadi turnamen bukan untuk negara mereka. Itulah yang dirasakan sebagian besar orang Wales karena terakhir kali timnas mereka bermain di Piala Dunia pada 1958. Sejak itu, para penggemar sepak bola Wales menanti dengan menahan napas panjang dari generasi ke generasi.

Wales butuh 64 tahun untuk lolos ke Piala Dunia lagi. Mereka 19 kali melakoni kualifikasi yang menyakitkan melalui kegagalan demi kegagalan meski diperkuat legenda sepak bola mereka seperti Ian Rush.

Nama-nama besar seperti Ryan Giggs dan Mark Hughes juga mencoba peruntungan menangani timnas, tetapi belum berhasil meloloskan Wales.

Di sana, olahraga yang dianggap menjadi kebanggaan nasional bukanlah sepak bola, melainkan rugbi. Namun, pada laga play-off kualifikasi ketika Wales menang melawan Ukraina dan memastikan tiket ke Qatar, seantero negeri menjadi heboh dan para suporter yang membuat perayaan semalam suntuk.

Akhirnya, impian Wales baru bisa terwujud tahun ini mengakhiri penantian 64 tahun. Selama kualifikasi menuju Qatar, Wales menjelma menjadi tim yang solid. Mereka hanya kalah dua kali dari 22 pertandingan kualifikasi. Sisanya menang 11 kali dan imbang sembilan kali.

Benih-benih kegemilangan tim berjuluk the Dragons itu sudah disemai sejak ajang Euro 2016 ketika dilatih Chris Coleman dan dipimpin sang kapten, Ashley Williams, yang keturunan Jamaika. Wales menemukan kesatuan dan mampu menembus semifinal. Mereka juga tampil cemerlang saat mereka menyingkirkan Belgia di babak perempat final.

Persahabatan erat yang belum pernah terjadi sebelumnya di antara para pemain, seperti Gareth Bale dan Aaron Ramsey, juga membantu Wales tampil penuh percaya diri dengan semangat membara.

Loyalitas dan komitmen para pemain terhadap tim nasional pun amat tinggi dan menjadi fondasi tim selama enam tahun berikutnya, termasuk ketika Piala Eropa 2020. Rob Page yang meneruskan estafet sebagai pelatih Wales menggantikan Giggs dua tahun lalu kini menuai buahnya.

Di Qatar nanti, Page yakin Wales bisa menjadi kuda hitam dan tak takut berhadapan dengan lawan mana pun. Di Grup B, mereka akan berhadapan dengan Amerika Serikat, Iran, dan Inggris.

"Kami pergi dengan kepercayaan diri yang kami miliki untuk pertandingan apa pun. Kami telah bermain melawan AS. Kami tahu mereka adalah tim yang sangat kuat. Kami bermain melawan pemain mereka yang berbasis di Eropa di pertandingan pertama saya," ujar Page.

"(AS dan Iran) adalah pertandingan yang bisa dimenangi. Kami berani berhadapan dengan siapa pun. Itulah sikap yang akan kami miliki di ruang ganti," ungkapnya.

Duel panas sesama tetangga pun akan tersaji ketika Wales menghadapi Inggris. "Tentu saja ini membangkitkan selera. Ya, ini adalah pertandingan yang menggiurkan. Skotlandia pun (jika bertemu Inggris) akan berpikiran yang sama," imbuh Page.

Skuad Wales saat ini sebenarnya memiliki rata-rata usia yang muda, yakni 24,6 tahun. Mereka menangguk untung dari banyaknya bakat muda di tim U-21 yang naik kelas ke senior.

Beberapa darah muda yang cukup mendapat perhatian, yakni Daniel James yang sekarang berseragam Fulham. Selain James, ada pemain Nottingham Forest, seperti Brennan Johnson dan Neco Williams.

Nama besar seperti Bale pun bakal mengisi skuad di Qatar nanti. Penampilan perdananya di Piala Dunia akan sangat dinanti-nantikan. Pemain berusia 33 tahun itu sejauh ini sudah mencatatkan 39 gol dari 106 pertandingan bersama timnas Wales.

Gareth Bale

AFP/GEOFF CADDICK

 

Sosok penentu

Bale menjadi penentu lolosnya Wales ke Qatar. Gol semata wayangnya lewat tendangan bebas pada laga final kualifikasi menghadapi Ukraina mengakhiri penantian panjang Wales untuk berlaga di Piala Dunia.

Di Qatar nanti, fokus utama akan tertuju pada sang kapten yang bakal memimpin skuad the Dragons. Bagi pemain berusia 33 tahun itu, Piala Dunia Qatar 2022 akan menjadi penampilan pertamanya sekaligus yang terakhir.

Pasalnya, dia sudah ancang-acang akan gantung sepatu. Sebab itu, Piala Dunia Qatar ini menjadi pertempuran yang amat diimpikannya.

"Ini adalah hasil terbesar dalam sejarah untuk sepak bola Wales. Itu berarti segalanya. Itu adalah impian yang terwujud," tutur Bale.

"Itu adalah apa yang telah kami kerjakan sepanjang karier kami dan kami melakukannya untuk para penggemar, bangsa, diri kami, dan keluarga kami sebagai pencapaian yang luar biasa dan itu akan menjadi sesuatu yang akan kami banggakan selamanya," imbuh mantan pemain Real Madrid itu.

Perjalanan Bale mengantarkan Wales ke Piala Dunia penuh perjuangan. Di Real Madrid, dia belakangan mengalami masa sulit dibekap cedera serta tak menjadi pilihan sehingga waktu bermainnya pun turun drastis. Bale pun hijrah ke liga Amerika Serikat MLS membela Los Angeles FC.

Namun, di timnas Bale tampil fenomenal dan kerap menjadi penentu di laga-laga besar. Sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Wales dengan 40 gol dari 107 penampilan, Bale memainkan peran besar dalam kebangkitan sepak bola Wales.

Baca Juga

AFP/Raul ARBOLEDA

Belanda Melangkah Mulus Ke Perempat Final

👤Widhoroso 🕔Sabtu 03 Desember 2022, 23:58 WIB
BELANDA memastikan satu tempat di perempat final Piala Dunia 2022 Qatar setelah melewati hadangan Amerika Serikat di babak 16...
AFP

Kiprah Gabriel Jesus dan Alex Telles Di Piala Dunia 2022 Berakhir

👤Widhoroso 🕔Sabtu 03 Desember 2022, 23:28 WIB
Tim Samba dipastikan akan kehilangan dua pemain andalan, Gabriel Jesus dan Alex Telles yang mengalami cedera di sisa waktu Piala Dunia...
DOK MI

Jordi Amat Yakin Indonesia Akan Juara Piala AFF 2022

👤Widhoroso 🕔Sabtu 03 Desember 2022, 22:44 WIB
JORDI Amat penuh percaya diri menatap Piala AFF 2022. Ia optimistis Indonesia bisa merengkuh gelar untuk pertama kalinya dalam ajang...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya