Minggu 02 Oktober 2022, 10:04 WIB

Imbas Tragedi Kanjuruhan, Indonesia Terancam Gagal Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20

Akmal Fauzi | Sepak Bola
Imbas Tragedi Kanjuruhan, Indonesia Terancam Gagal Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20

AFP
Kericuhan di Stadion Kanjuruhan

 

INDONESIA terancam gagal menjadi tuan rumah Piala Duna U-20 tahun depan menyusul tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10) malam WIB. Banyaknya korban jiwa dalam tragedi itu membuat Indonesia tercoreng di mata dunia.

Koordinator Save Our Soccer Akmal Maharli mengatakan insiden yang menewaskan 127 orang tersebut bisa membuat Indonesia dijatuhi sanki Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA). Menurutnya, insiden di Malang menjadi kasus kelam sepak bola dunia dengan jumlah korban meninggal hingga ratusan orang.

Akmal mengatakan ada dua tragedi besar sepak bola dunia yakni tragedi Hillsborough dan tragedi Heysel. Namun tragedi Kanjuruhan jauh lebih mengerikan dengan jumlah korban meninggal hingga lebih dari 100 jiwa.

Tragedi Heysel yang menyebabkan 39 orang tewas saat laga final Piala Champions 1985 yang mempertemukan antara Liverpool FC dan Juventus di Stadion Heysel di Belgia. Jumlah korban meninggal dunia dari kerusuhan di Kanjuruhan juga melampaui tragedi Hillsborough Inggris pada 15 April 1989 yang terkenal di seantero dunia dengan korban mencapai 96 orang meninggal dunia.

Akmal mengatakan Indonesia bisa terkena sanksi dari FIFA atas insiden di Kanjuruhan termasuk soal status tuan rumah Piala Dunia U-20 yang akan digelar tahun depan. Akmal berkaca dari tragedi Heysel. Saat itu Federasi Sepak Bola Eropa (UEFA) menghukum Federasi Sepak Bola Inggris (FA) dengan melarang klub-klub Liga Inggris mengikuti kompetisi sepak bola di seluruh Benua Eropa.

"Ini berkaca dari tragedi Heysel saat sanksi diberikan ke klub Liga Inggris. Tentunya kabar ini sudah beredar luas dan bisa saja Indonesia gagal menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20. FIFA akan melihat Indonesia dianggap tidak siap dalam menggelar pertandingan terutama dari sisi keamanan," kata Akmal saat dihubungi Media Indonesia, Minggu (2/10).

"Pemerintah harus menyatakan berkabung nasional untuk kemanusiaan," ucap Akmal.

Baca juga: Tragedi Kanjuruhan, Bukti Minimnya Protap Sepak Bola Indonesia

Menurut Akmal, tragedi Kanjuruhan adalah fanatisme buta pendukung Arema FC. Pasalnya, tidak ada satu pun suporter Persebaya yang hadir menyaksikan laga tersebut. Pihak kepolisian sejak awal memang melaranh kelompok suporter Persebaya hadir di laga itu.

"In fanatisme buta yang mengalahkan logika. Ini menjadi dosa semua elemen, termasuk PSSI, PT LIB (operator liga PT Liga Indonesia Baru), panpel dan juga kepolisian. Semua harus dievaluasi," ungkap Akmal.(OL-5)

Baca Juga

dok.ant

Preview perempat final Piala Dunia 2022: Belanda vs Argentina

👤Muhammad Fauzi 🕔Jumat 09 Desember 2022, 12:10 WIB
VIRGIL van Dijk menyatakan Belanda akan tampil hati-hati kala melawan Argentina dalam perempat final Piala Dunia 2022 dini hari esok di...
dok.ant

Preview perempat final Piala Dunia 2022: Brasil vs Kroasia

👤Muhammad Fauzi 🕔Jumat 09 Desember 2022, 12:00 WIB
Jika melihat statistik kedua tim, Brasil  memang layak percaya diri karena dari kuantitas mendistribusikan bola dan penciptaan peluang...
AFP

Milan Siap Ajukan Tawaran Untuk Bintang Maroko Hakim Ziyech

👤Akmal Fauzi 🕔Jumat 09 Desember 2022, 10:55 WIB
PERMAINAN apik Hakim Ziyech bersama timnas Maroko di Piala Dunia 2022 menyita perhatian sejumlah klub, termasuk raksaksa Italia AC...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya