Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SAINT-ETIENNE, salah satu klub terbesar di Prancis, terdegradasi dari Ligue 1, Minggu (29/5), setelah kalah adu penalti di laga play-off melawan Auxerre, yang kembali ke Ligue 1 setelah 10 tahun.
Kekalahan Saint-Etienne disambut oleh aksi pendukung mereka yang marah menyerbu masuk ke dalam stadion. Aksi itu disambut tembakan gas air mata oleh polisi.
Saint-Etienne, yang mengakhiri musim di peringkat ketiga dari dasar klasemen Ligue 1, sebelumnya bermain imbang 1-1 dalam laga leg pertama playoff melawan Auxerre.
Baca juga: Jika Harga Cocok, PSG Akan Lepas Neymar
Laga leg kedua di Stade Geoffroy-Guichard juga berakhir imbang 1-1 setelah Saint-Etienne menyamakan kedudukan melalui aksi Mahdi Camara yang membuyarkan keunggulan Auxerre lewat gol Hamza Sakhi.
Dengan skor agregat imbang 2-2, laga dilanjutkan denngan adu penalti yang berakhir dengan kemenangan 5-4 untuk Auxerre setelah penjaga gawang Donovan Leon menahan eksekusi Ryad Boudebou.
Tidak lama setelah Birama Toure sukses mengeksekusi penalti yang memastikan kemenangan Auxerre, para pendukung Saint-Etienne menyerbu masuk ke lapangan dan melemparkan petasan ke arah tempat duduk wasit.
Pemain dari kedua tim langsung lari ke ruang ganti namun gambar televisi di terowongan ruang ganti memperlihatkan para pemain dan wasit terbatuk-batuk akibat gas air mata yang ditembakkan polisi.
Saint-Etienne telah beberapa kali didenda pada musim ini akibat ulah pendukung mereka dan laga playoff itu telah digelar dengan salah satu tribun ditutup akibat insiden dalam laga melawan Monaco, akhir April lalu. (AFP/OL-1)
Saint-Etienne dihukum pengurangan satu poin yang ditangguhkan, sebagai imbas pertandingan derbi melawan Lyon pada bulan lalu yang sempat dihentikan sementara.
Lucas Stassin menjadi pahlawan bagi AS Saint-Étienne setelah mencetak dua gol dalam kemenangan dramatis 2-1 atas Olympique Lyonnais di Derby Rhone-Alpes ke-125.
Berkat kemenangan atas Saint-Etienne, PSG memuncaki klasemen Ligue 1 dengan raihan 71 poin dari 17 laga, unggul 21 poin dari peringkat kedua AS Monaco.
Stade Rennais meraih kemenangan kedua berturut-turut di bawah manajer baru Habib Beye dengan mengalahkan AS Saint-Étienne 2-0 di Stade Geoffroy-Guichard.
Berkat kemenangan atas Saint-Etienne, PSG memantapkan diri di puncak klasemen Ligue 1 dengan raihan 43 poin, unggul tujuh poin dari peringkat kedua Marseille.
Kemenangan ini membuat Toulouse naik dua posisi ke peringkat delapan sementara Saint-Etienne terpuruk di peringkat ketiga dari dasar klasemen.
Lens bertekad kokohkan puncak klasemen saat menjamu Auxerre di Stade Bollaert-Delelis. Simak statistik kunci dan prediksi skor di sini.
Dua laga utama Ligue 1 pada Minggu (4/1) malam WIB menjadi sorotan setelah Brest sukses membungkam Auxerre, sementara Le Havre berhasil mengatasi perlawanan ketat dari Angers.
LOSC Lille meraih kemenangan sensasional 4-3 atas AJ Auxerre lewat gol menit ke-86 Benjamin André dalam laga penuh drama dengan empat kartu merah.
Berkat kemenangan atas Metz, Auxerre menduduki peringkat 16 klasemen Ligue 1, posisi playoff degradasi, dengan raihan 12 poin dari 15 laga, terpaut tiga poin dari zona aman.
Paris FC dan Auxerre bermain imbang 1-1 pada pekan ke-14 Ligue 1.
Berkat kemenangan atas Auxerre, Marseille naik ke peringkat kedua klasemen Ligue 1 dengan raihan 22 poin dari 11 laga, terpaut dua poin dari pemuncak klasemen PSG.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved