Headline

Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.

The Reds Goyang Dominasi Sevilla

Nurul Fadillah
18/5/2016 12:59
The Reds Goyang Dominasi Sevilla
(AFP/PAUL ELLIS)

LIVERPOOL datang ke Stadion St Jakob-Park, Basel, Swiss, untuk meruntuhkan dominasi Spanyol khususnya Sevilla di ajang Liga Europa. The Reds memiliki modal melengserkan Sevilla yang sudah bertakhta selama dua musim terakhir di ajang kasta kedua Eropa itu.

"Kami akan mencoba apa pun untuk mengambil kesempatan. Ini sulit, kami tahu. Lawan kami adalah Sevilla, kami tahu, tetapi kami akan siap 100%," ungkap pelatih Liverpool Juergen Klopp, kemarin."Kami pantas berada di final, 100%. Siapa yang pantas berada di final bisa menang dan itulah yang akan kami coba," lanjut pelatih asal Jerman itu.

Liverpool tampil di laga pamungkas yang dilangsungkan pukul 01.45 WIB nanti dengan performa memukau sepanjang Liga Europa. Dari 14 pertandingan, the Reds hanya sekali kalah saat bertemu dengan Villarreal di leg pertama semifinal dengan skor 0-1.

Jika Sevilla memenangi empat trofi Liga Europa, Liverpool bukan klub yang tanpa nama. The Reds merupakan salah satu klub Inggris tersukses di Eropa dengan tiga kali trofi Piala UEFA (ajang yang kemudian menjelma menjadi Liga Europa) serta lima kali kampiun Liga Champions Eropa.

Liverpool juga dua kali menang atas klub Spanyol saat bertemu di laga pamungkas pada ajang antar­klub Eropa. Pada 1981, mereka menyudahi Real Madrid di Liga Champions serta mengalahkan Alaves di Piala UEFA pada 2001.

Klopp pun sudah memastikan timnya akan berjuang secara total untuk dapat merobohkan dominasi klub Spanyol tersebut di Liga Europa."Saya perkirakan pasti (pertandingan) akan ketat dengan pertarungan di semua lini. Anda tidak bisa memenangi trofi dengan hanya sedikit usaha," jelas mantan arsitek Borussia Dortmund Jerman itu.

Kalahkan tim besar
Mengalahkan Sevillistas--sebutan Sevilla--tentunya merupakan tantangan yang berat bagi Jordan Henderson dan kawan-kawan. Bahkan, rekor empat kali kemenangan Sevilla di turnamen kasta kedua tersebut masih belum tergantikan hingga saat ini.

Setelah menguasai trofi Liga Europa 2006, 2007, 2014, dan 2015, pelatih Unai Emery pun tengah berupaya mengukir namanya dalam sejarah dengan kembali mendalangi kesuksesan timnya di Eropa."Sevilla adalah klub bersejarah dan selalu memiliki mantra yang bagus, tetapi periode saat inilah yang akan kami lalui dengan penuh kegembiraan dan semangat," jelasnya.

“Faktanya ialah ini menjadi final ketiga kami secara berturut-turut dan kami akan menunjukkan bagaimana fokus dan laparnya kami di Liga Europa dan menjadi pemenang," ujar pelatih bersia 44 tahun tersebut.

“Ini tantangan (untuk menghadapi Liverpool). Pasti akan ada banyak pendukung mereka di final. Namun, apa yang paling memotivasi kami ialah untuk bermain di pertandingan yang hebat dengan tim yang besar dan mencapai tujuan kami untuk menang," ungkapnya lagi. (goal.com/R-1)

[email protected]



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ricky
Berita Lainnya