Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi menyambut baik langkah FIFA yang mencabut sanksi terhadap PSSI. Hal itu, kata Menpora, membuktikan komitmen federasi sepak bola internasional tersebut untuk bersama-sama membangun sepak bola Indonesia.
FIFA mencabut sanksi terhadap PSSI pada Jumat (13/5). Keputusan tersebut dilakukan selang tiga hari setelah Menpora mencabut SK pembekuan lembaga tertinggi persepakbolaan nasional itu.
“Kita sambut baik pencabutan sanksi FIFA kepada PSSI. Ini semua adalah bukti komitmen yang terbangun untuk bersama-sama membangun sepak bola Indonesia yang reformatif, terbuka, dan menyenangkan bagi semua pihak,” kata Imam Nahrowi melalui pesan singkat, kemarin.
Namun, imbuhnya, pencabutan SK pembekuan dan sanksi tersebut tidak serta-merta membebaskan PSSI dari keharusan melakukan reformasi tata kelola sepak bola. Imam berharap FIFA, PSSI, dan pemilik suara (pengda dan klub) dapat memenuhi komitmen mereka sesuai apa yang dijanjikan kepada masyarakat dan pemerintah Indonesia sebelum pencabutan pembekuan.
“Karena itu, kita semua harus memastikan bahwa komitmen reformasi yang dijanjikan FIFA, PSSI, dan pemilik suara ini harus dikawal secara bersama-sama sampai tuntas sesuai harapan rakyat Indonesia,” tandasnya.
PSSI, melalui Direktur Hukum Aristo Pangaribuan, mengatakan tidak menutup kemungkinan bakal menggelar kongres luar biasa (KLB). Menurutnya, PSSI akan menghormati keputusan anggota apabila ingin menggelar KLB.
Namun, Aristo mengungkapkan, sesuai Statuta PSSI pasal 30 ayat 2, KLB bisa digelar jika 2/3 anggota pemilik suara menginginkan hal itu, yang terdiri atas 108 pemilik suara dan 50% plus 1 dari total 777 angggota PSSI.
“Jika itu keinginan murni anggota, siapa pun enggak bisa menahan dan itu adalah sebuah keniscayaan. PSSI bukanlah milik siapa-siapa. Kita memegang mandat dari anggota sehingga apabila anggota meminta kita ditarik, itu bisa saja ada,” ujar Aristo dalam sebuah diskusi di Jakarta, kemarin.
PSSI kini berencana membentuk tim independen untuk memverifikasi klub-klub dan asosiasi provinsi yang memang berniat menggelar KLB. Anggota tim independen tersebut akan diumumkan saat kongres tahunan PSSI di Balikpapan, Kalimantan Timur, pada 1 Juni mendatang.
Dalam acara yang sama, juru bicara Kementerian Pemuda dan Olahraga Gatot Dewabroto berharap pencabutan sanksi oleh FIFA terhadap PSSI menjadi momentum untuk mereformasi sepak bola nasional.
“Kami berharap PSSI bisa menjaga amanat yang diberikan tidak hanya oleh Menpora dan FIFA, tapi juga oleh Presiden yang berulang kali menegaskan untuk melakukan reformasi sepak bola,” tegasnya. (Rul/I-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved