Kamis 20 Mei 2021, 18:41 WIB

Tujuh Orang Diselidiki Atas Kematian Diego Maradona

Mediaindonesia.com | Sepak Bola
Tujuh Orang Diselidiki Atas Kematian Diego Maradona

foxcarolina.com
Diego Maradona

 

Tujuh orang yang sedang diselidiki atas kematian legenda sepak bola Argentina Diego Maradona pada November 2020 menghadapi dakwaan pembunuhan berencana.

Baca juga : Joe Biden Desak PM Israel Redakan Ketegangan di Jalur Gaza

Tujuh terdakwa -- termasuk ahli bedah saraf Maradona, Leopoldo Luque, psikiater Agustina Cosachov dan psikolog Carlos Diaz -- menghadapi hukuman delapan hingga 25 tahun penjara jika terbukti bersalah.

Kantor Kejaksaan Agung San Isidro, yang memimpin penyelidikan, dikutip dari AFP, Kamis, mengatakan dakwaan tersebut didasarkan pada temuan dewan ahli atas kematian Maradona akibat serangan jantung tahun lalu.

Laporan tersebut menyimpulkan bahwa ikon sepak bola itu menerima perawatan medis yang tidak memadai dan dibiarkan untuk "periode yang menyakitkan dan berkepanjangan" sebelum kematiannya, yang terjadi hanya beberapa pekan setelah menjalani operasi otak pada pembekuan darah. "Setelah begitu banyak ketidakadilan, kasus ini menjadi jelas," kata sumber tersebut kepada AFP.

Terdakwa dilarang meninggalkan negara itu dan harus hadir sebelum penyelidikan antara 31 Mei-14 Juni.

Proses hukum tersebut diawali oleh pengaduan yang diajukan oleh dua dari lima putri Maradona terhadap Luque, yang mereka salahkan atas kondisi ayah mereka yang memburuk setelah operasi otak.

Jaksa yakin kematian Maradona bukanlah akibat malpraktek atau kelalaian dokternya, tetapi mereka tahu mantan bintang sepak bola itu akan mati dan tidak melakukan apa pun untuk mencegahnya.

Jaksa mendapatkan serangkaian pesan dan audio yang menunjukkan tim medis mengetahui bahwa Maradona mengkonsumsi alkohol, obat psikiatri dan ganja dalam beberapa bulan terakhir dalam hidupnya.

Dalam kesimpulan laporan itu, dewan medis juga mengatakan bahwa "tanda-tanda risiko hidup" yang ditunjukkan oleh mantan bintang Napoli dan Barcelona itu diabaikan, dan bahwa perawatan dalam beberapa pekan terakhirnya "terganggu oleh penyimpangan".

Tuduhan atas kematian Maradona terjadi bersamaan dengan kasus lain, yakni perihal warisan yang disengketakan, yang melibatkan lima anaknya, saudara laki-lakinya dan Matias Morla, mantan pengacaranya.

Maradona adalah idola bagi jutaan orang Argentina setelah dia menginspirasi negara Amerika Selatan itu untuk meraih kemenangan Piala Dunia kedua mereka pada 1986. (Ant/OL-12)

Baca Juga

ANTARA/Sigid Kurniawan

Ketua PSSI Minta Timnas Putri Contoh Semangat Timnas Piala AFF 2020

👤Basuki Eka Purnama 🕔Senin 17 Januari 2022, 13:30 WIB
Timnas putri Indonesia yang berkekuatan 23 pemain berangkat ke India pada Senin (17/1) dini hari...
DOK PSSI

PSSI Jamin Posisi Shin Tae-yong, Muncul Opsi Perpanjangan Kontrak

👤Mediaindonesia 🕔Senin 17 Januari 2022, 13:15 WIB
Posisi pelatih tim nasional Indonesia Shin Tae-yong aman sesuai kontrak, yakni sampai tahun 2023, dan bahkan kontrak itu bisa saja...
AFP/FRED TANNEAU

Chelsea Jajaki Kemungkinan Pinjam Kurzawa dari PSG

👤Basuki Eka Purnama 🕔Senin 17 Januari 2022, 12:45 WIB
Chelsea melihat peluang mendatangkan Kurzawa setelah pemain berusia 29 tahun itu tidak menjadi pilihan utama di PSG dan hanya bermain satu...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya