Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

FIFPRO: Kompetisi Harus Diselesaikan

Alfa Mandalika
02/4/2020 11:54
FIFPRO: Kompetisi Harus Diselesaikan
Laga Liga Primer Inggris antara Liverpool dan Manchester City(AFP/Paul ELLIS)

SERIKAT pemain sepak bola dunia, FIFPro, mendesak agar kompetisi sepak bola musim 2019-2020 yang saat ini tengah ditangguhkan karena pandemi global virus korona agar dirampungkan ketimbang dibatalkan sama sekali.

Menyusul penundaan Piala Eropa dan Copa America hingga tahun depan, Sekretaris Jenderal FIFPro Jonas Baer-Hoffmann menegaskan tidak patut kompetisi musim 2019-2020 dibatalkan.

"Semua pihak yang terlibat dalam sepak bola akan merugi jika pembatalan ditempuh. Bahkan, mempertimbangkannya sebagai opsi bukanlah hal yang bertanggung jawab," kata Baer-Hoffmann.

"Jika kita semua punya waktu merampungkan musim, itu harus dilakukan," ujarnya menambahkan.

Baca juga: Loftus-Cheek Mengaku Kesulitan Bangkit Pascacedera

Belakangan sejumlah klub mengemukakan wacana bahwa musim 2019-2020 dibatalkan sama sekali dan dianggap tidak pernah terjadi, kendati sebelumnya ada opsi merampungkan kompetisi hingga Agustus atau September.

Padahal, menurut Baer-Hoffmann, ada beberapa contoh positif dari cara klub-klub menangani krisis yang dimunculkan akibat pandemi virus korona.

"Ada klub di Serbia yang secara sukarela membayarkan penuh gaji-gaji pemainnya hingga Juni dan di Kosta Rika tercapai kesepakatan kolektif untuk tetap membayarkan gaji," ujarnya.

Hanya saja, ada juga beberapa klub yang menggunakan krisis akibat pandemi korona sebagai alasan memutus kontrak para pemain bahkan menempuh langkah menyatakan bangkrut agar tidak lagi dibebani tanggung jawab gaji maupun kewajiban finansial lainnya.

Baer-Hoffmann memuji langkah para pemain Juventus dan Barcelona yang memotong gaji mereka. Tetapi, ia menegaskan hal tersebut tidak bisa dijadikan alat untuk menekan klub-klub lain yang pondasi keuangannya lebih kecil.

"Kami menyarankan agar akal sehat dipakai ketika langkah-langkah tersebut ditempuh. Ada yang hanya menerima 300 hingga seribu euro sebulan, bagi mereka potongan gaji bukanlah persoalan sepele," tegasnya. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya