Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
Kubu Manchester United harus puas hanya bermain imbang melawan Club Brugge pada duel leg pertama 32 besar Liga Eropa di Jan Bredelstadion, Jumat (21/2) dini hari WIB.
Bermain di hadapan publik sendiri membuat Club Brugge lebih percaya diri. Pada tiga menit awal laga, gawang United yang dijaga Sergio Romero nyaris bobol. Untungnya, kemelut yang terjadi di jantung pertahanan bisa dinetralisir oleh Nemanja Matic.
Serangan demi serangan dirajut Club Brugge yang tampil tanpa beban melawan Setan Merah. Sebaliknya, MU bermain dengan kesulitan mengembangkan permainan di awal laga.
Baca juga: Manchester United Incar Van de Beek
Di menit ke-15, gol yang dinanti publik tuan rumah akhirnya tiba. Umpan jauh kiper Simon Mignolet mampu diteruskan Emmanuel Bonaventure Dennis dengan melepaskan sepakan lob melewati Romero yang keluar dari sarangnya.
Gol tersebut membuat Brugge semakin intens menyerang pertahanan United. Dennis kembali mengancam United melalui tendangan dari sudut gawang tapi masih sanggup diblok kiper Argentina.
Keasyikan menyerang membuat Brugge lengah terutama lini belakang mereka. Hal itu terlihat saat Anthony Martial yang mencuri bola dari Brandon Mechele. Martial berlari dari tengah lapangan dan melesakkan bola ke gawang Mignolet pada menit ke-36.
Skor sama kuat bertahan hingga turun minum. Di babak kedua, tempo permainan menjadi menurun. Hal itu disebabkan Brugge mengganti taktik dan memilih menunggu bola dan melakukan serangan balik.
Pasukan Philippe Clement nyaris kembali unggul dari United melalui aksi individu Dennis dari sisi kanan.
Di menit-78, Dennis yang memberikan umpan matang ke kotak penalto berhasil disambut Odilon Kossounou. Namun, tendangannya masih melenceng dari gawang Romero.
Skor sama kuat terjaga hingga wasit meniup peluit tanda berakhirnya laga.
Gelandang MU, Juan Mata, memgaku tak puas dengan penampilan timnya. Ia menilai kubu Red Devils kurang kreatif dan membutuhkan hal tersebut jika ingin lolos dari Brugge.
"Jelas kami ingin menang dan saya pikir di babak kedua kami menekan dengan lebih baik dan lebih banyak bermain di daerah lawan," ucap Mata kepada MUTV.
Mata menilai timnya punya peluang untuk mencetak gol kedua. Namun, ia mengakui Brugge punya pertahanan yang rapat ketika tanpa bola.
"Mereka mencetak gol yang seharusnya tidak terjadi. Kami mencetak gol melalui kesalahan mereka. Tentu hasil imbang ini bukan hasil yang sangat buruk, tetapi kami selalu menginginkan kemenangan," ucapnya.
Di leg kedua, keduanya akan kembali berhadapan di Stadion Old Trafford pada 28 Februari mendatang. Jika ingin menang, MU harus bisa unggul satu gol dengan catatan tak kebobolan. Hal yang sama harus dilakukan Brugge jika ingin mengejutkan kubu tuan rumah. (OL-14)
SETELAH tersingkir secara memalukan dari ajang Piala EFL, Manchester United harus segera mengalihkan fokus mereka ke Liga Primer.
Chelsea dan Manchester United menyetujui biaya transfer sebesar 40 juta pound (Rp884 miliar).
MU harus angkat koper lebih cepat dari setelah kalah adu penalti 11-12 dari Grimsby.
MU tampil buruk sejak awal. Tuan rumah unggul dua gol di babak pertama melalui Charles Vernam dan Tyrell Warren.
Jika berhasil mendatangkan Senne Lammens, Manchester United disebut akan mencari jalan untuk melepas salah satu dari dua kiper senior mereka, Andre Onana atau Altay Bayindir.
Alejandro Garnacho merupakan salah satu penggawa yang dipersilakan meninggalkan Manchester United pada bursa transfer musim panas ini oleh pelatih kepala Ruben Amorim.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved