Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
TIMNAS U-22 Indonesia harus puas meraih medali perak di cabang sepak bola SEA Games 2019 setelah kalah 0-3 dari Vietnam dalam laga final di Stadion Rizal Memorial, Manila, Filipina, kemarin. Kekalahan itu juga menandai gagalnya timnas Indonesia mengakhiri puasa medali emas cabang sepak bola yang terakhir kali diraih pada SEA Games 1991 di Manila.
Meskipun demikian, pelatih timnas U-22 Indonesia Indra Sjafri, seusai pertandingan, menilai permainan yang disuguhkan anak-anak asuhannya lebih baik daripada di laga-laga sebelumnya. "Kita tidak masuk final sudah enam tahun, jadi sebenarnya lebih baik dari enam tahun sebelumnya."
Kekalahan tersebut merupakan yang kedua bagi Indonesia dari Vietnam di SEA Games kali ini. Sebelumnya Indonesia kalah 1-2 di fase grup.
Dalam laga final kemarin malam, skuad 'Garuda Muda' tidak banyak memiliki peluang untuk menciptakan gol. Vietnam membuka keunggulan melalui tandukan Doan Van Hau pada menit ke-39. Van Hau leluasa menyundul bola dari umpan tendangan bebas yang gagal ditepis kiper Nadeo Arga Winata.
Di babak kedua, Indra Sjafri memasukkan Egy Maulana Vikri menggantikan Witan Sulaiman untuk menambah daya gedor lini depan 'Garuda Muda'. Namun, alih-alih menyamakan kedudukan, Indonesia malah kembali tertinggal melalui sepakan Do Hung Dung pada menit ke-59.
Setelah Indonesia tertinggal dua gol, Indra menarik keluar Sani Rizki dan memasukkan striker Muhammad Rafli untuk makin menambah daya serang 'Garuda Muda'. Akan tetapi, Indonesia tetap tidak bisa membobol gawang Vietnam yang dikawal kiper Nguyen Van Toan.
Sebaliknya, Vietnam yang diasuh pelatih Park Hang-seo mampu memperbesar keunggulan menjadi 3-0 melalui gol kedua Doan Van Hau. Skor 3-0 tersebut bertahan hingga laga usai. "Vietnam unggul pada bola set piece. Selama dilatih coach Park, sirkulasi bola dan pergerakan pemain lebih baik. Pemain Vietnam bermain dengan spirit yang luar biasa. Kami ucapkan selamat untuk Vietnam," tukas Indra.

ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Asisten pelatih Timnas U-22 Indonesia Kurniawan Dwi Yulianto (kanan) menghibur pesepak bola Osvaldo Haay (kiri) seusai kalah dari Timnas Vietnam dalam final sepak bola putra SEA Games 2019 di Stadion Rizal Memorial, Manila, Filipina.
Sementara itu, SEA Games 2019 akan berakhir hari ini. Upacara penutupan digelar di Stadion Atletik, New Clark City, Tarlac. Fi-lipina memastikan diri menjadi juara umum dengan raihan 149 medali emas. Adapun Indonesia harus puas berada di posisi keempat dengan 72 emas. (Beo/Faj/X-11)
SEA Games 2019 | Hlm 17-18
Esports Nations Cup hadir untuk melengkapi ekosistem kompetisi antarklub yang sudah ada, seperti Esports World Cup.
Raihan medali perak tetap layak disyukuri karena merupakan capaian tertinggi futsal putri Indonesia sepanjang partisipasi di SEA Games.
Margin dua gol ke gawang Myanmar tidak cukup untuk membawa Indonesia lolos ke fase gugur.
Penentuan nasib Indonesia berlangsung di Stadion 700th Anniversary, Chiang Mai, Jumat (12/12) pukul 18.00 WIB.
Timnas U22 Indonesia harus menerima kekalahan tipis 0-1 dari Filipina U22 pada laga perdana Grup C SEA Games 2025 di 700th Anniversary Stadium, Senin (8/12).
Indonesia di SEA Games 2025 tergabung di satu pool bersama Myanmar, Singapura, dan tuan rumah Thailand.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved