Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
PELATIH kepala tim nasional U-18 Indonesia Fakhri Husaini menegaskan bahwa timnya terbebas dari rasa jemawa dan akan tetap bermain dengan penuh rasa hormat, siapa pun lawan yang dihadapi. Hal itu akan menjadi pegangan termasuk saat melakoni laga ketiga Grup A Piala AFF U-18 melawan Brunei Darussalan di Stadion Go Dau, Binh Duong, Vietnam, hari ini.
Dengan memegang prinsip itu, Fakhri menegaskan tidak akan mengendurkan serangan meskipun tim asuhannya sudah mengemas 6 poin. Sebelum kedua tim bertemu, Brunei dikalahkan Timor Leste 2-7, tim yang dibekuk 4-0 oleh skuad asuhannya.
"Tidak jemawa, pantang bagi kami untuk meremehkan calon lawan kami, itu bahaya. Faktanya Brunei bisa mencetak dua gol ke gawang Timor Leste. Mereka tim yang sudah mempersiapkan diri secara matang, bahkan lebih lama daripada kami," tutur Fakhri, kemarin.
Ia juga menekankan kepada pasukannya supaya tetap waspada saat menghadapi Brunei. Selain itu, Fakhri meminta skuadnya tidak meremehkan sedikit pun kekuatan tim yang berasal dari daratan Kalimantan itu.
"Selalu saya katakan dan sampaikan kepada para pemain untuk terus menanamkan rasa respek dengan menghormati calon lawan. Siapa pun lawan kami. Jangan minder ketika bertemu lawan kuat, jangan pula sombong ketika lawan dirasa lemah," jelasnya.
Terkait dengan persiapan, Fakhri memastikan semua pemain dalam kondisi baik atau bugar. Mereka tak akan banyak mengubah pola permainan. Fakhri mungkin akan merotasi pemain yang akan diturunkan nanti.
Dari Thailand, timnas U-15 Indonesia memastikan merebut posisi ketiga Piala AFF U-15 2019 setelah menang adu penalti 3-2 atas Vietnam, kemarin. Kendati di penyisihan grup, 'Garuda Asia' menang 2-0, kali ini Vietnam mampu memberikan perlawanan ketat. Laga harus dilanjutkan dengan tos-tosan setelah skor berkesudahan imbang tanpa gol hingga 80 menit laga berlangsung.
Kiper Putra Kacien tampil percaya diri mementahkan tiga tendangan algojo Vietnam. Dua algojo Indonesia gagal. Tiga eksekutor yang berhasil menjaringkan bola ialah Resa Putra Aditya, Wahyu Agung Drajat Mul-yono, dan Ahmad Athallah Alraihan. (AFF/Cah/R-2)
Pelatih Persib, Bojan Hodak, menyambut positif kedatangan bek bertinggi badan 188 cm tersebut.
Esports Nations Cup hadir untuk melengkapi ekosistem kompetisi antarklub yang sudah ada, seperti Esports World Cup.
Raihan medali perak tetap layak disyukuri karena merupakan capaian tertinggi futsal putri Indonesia sepanjang partisipasi di SEA Games.
Margin dua gol ke gawang Myanmar tidak cukup untuk membawa Indonesia lolos ke fase gugur.
Penentuan nasib Indonesia berlangsung di Stadion 700th Anniversary, Chiang Mai, Jumat (12/12) pukul 18.00 WIB.
Timnas U22 Indonesia harus menerima kekalahan tipis 0-1 dari Filipina U22 pada laga perdana Grup C SEA Games 2025 di 700th Anniversary Stadium, Senin (8/12).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved