Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

KPSN akan Gandeng KPK

Mediaindonesia.com
03/7/2019 16:50
KPSN akan Gandeng KPK
Penyerang timnas Indonesia Alberto Goncalves (9) dibayangi pemain belakang timnas Vanuatu Joseph Solo (3) pada pertandingan persahabatan(MI/PIUS ERLANGGA)

BERAKHIRNYA masa tugas Satgas Antimafia Bola bentukan Polri, tidak menyurutkan tekad Komite Perubahan Sepak Bola Nasional (KPSN) untuk membersihkan sepak bola Indonesia dari mafia.

KPSN akan menggandeng omisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memberantas laku buruk para mafia yang merusak dunia sepak bola Indonesia. Sampai berakhir masa tugasnya pada 21 Juni 2019, Satgas Antimafia Bola menetapkan 17 orang sebagai tersangka.

"Kami sudah meminta KPK untuk melakukan audiensi.

Jangka panjang membersihkan PSSI dan persepakbolaan nasional dari praktik suap dan korupsi, KPSN telah mendaftarkan komisionernya sebagai calon pimpinan KPK," ungkap Ketua KPSN Suhendra Hadikuntono di Jakarta, Rabu (3/7).


Baca juga: Bradl Gantikan Lorenzo di MotoGP Jepang

 

Selain ingin membersihkan PSSI dengan memberantas macth fixing, KPSN juga ingin mengembalikan PSSI ke khittah kelahirannya pada 19 April 1930 di Yogyakarta, yakni menjadikan sepak bola sebagai alat pemersatu bangsa dan sarana menyejajarkan diri dengan bangsa-bangsa lain yang lebih maju melalui prestasi sepak bola Indonesia.

"Itulah visi dan misi KPSN. Kami sama sekali tidak memiliki agenda pribadi. Kami tidak berambisi menduduki jabatan tertentu di PSSI. Kami menaruh perhatian terhadap PSSI, itu semata-mata karena kecintaan kami kepada PSSI dan bangsa ini.

Siapa pun yang kelak memimpin PSSI, silakan saja, yang penting visi dan misi KPSN terakomodasi," paparnya.

Lebih jauh, Suhendra mengatakan Presiden Joko Widodo telah memberikan perhatian terhadap berbagai masalah di persepakbolaan Indonesia seperti kasus match fixing hingga mandulnya prestasi sepak bola nasional.

 "Untuk itu, sebagai insan sepak bola yang mendambakan negeri ini berprestasi di kancah dunia, sudah sepatutnya kita memberikan dukungan atas perhatian yang telah Bapak Jokowi berikat," jelasnya. (RO/R-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya