Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Liverpool dan Spurs Mengejar Mimpi

Cahya Mulyana
31/5/2019 01:20
  Liverpool dan Spurs Mengejar Mimpi
Gelandang Liverpool Mesir Mohamed Salah (kiri) dan striker Inggris Tottenham Hotspur Harry Kane(lyn KIRK and Adrian DENNIS / AFP)

SETELAH gagal juara pada musim lalu, Liverpool kembali mendapat kesempatan untuk mengangkat trofi Liga Champions musim ini setelah melaju ke final. Untuk itu, mereka hanya perlu melewati rintangan terakhir.

Tidak mudah memang, tetapi juga tidak berat-berat amat. Pasalnya, pada partai puncak yang akan berlangsung di Stadion Wanda Metropolitano, Madrid, pada Minggu (2/6) dini hari, mereka akan menghadapi klub asal Inggris lainnya, Tottenham Hotspur.

Sebagai sesama klub Liga Primer, sejatinya Liverpool sudah paham betul dengan kekuatan Spurs, begitu pun sebaliknya. Musim ini, kedua klub sudah dua kali bertemu di kompetisi lokal. Hasilnya, semua dimenangi Liverpool dengan skor 2-1.

Namun, tentu saja kedua hasil pertandingan itu tidak bisa dijadikan tolok ukur. Apalagi secara atmosfer, Liga Champions berbeda jauh dengan Liga Primer.

Ditambah lagi, Spurs pasti akan berusaha mati-matian untuk merebut trofi Liga Champions pertamanya. Sebaliknya, Liverpool berambisi meraih trofi Liga Champions keenamnya yang akan menjadikan mereka sebagai klub Inggris yang paling banyak mengoleksi ‘si Kuping Lebar’ julukan trofi Liga Champions.

Persoalannya ialah kegagalan musim lalu dikhawatirkan masih membayangi ‘si Merah’. Kala itu, the Reds kalah 1-3 dari Real Madrid yang mengukir hattrick juara Liga Champions.

Menghadapi final kali ini, gelandang Liverpool, Georginio Wijnaldum, mengingatkan timnya agar tak terlalu memikirkan soal kekalahan tahun lalu. Menurutnya, final musim ini ialah kesempatan baru untuk Liverpool.

“Semoga saja hasilnya berbeda tahun ini. Saya pikir tahun lalu kami semua kecewa soal bagaimana final berakhir, tapi begitulah sepak bola. Kami mengambilnya sebagai sebuah pelajaran dan kami akan berusaha untuk akhir yang lebih baik tahun ini,” ujar Wijnaldum.

“Saya melihatnya sebagai pertandingan dan kesempatan lain, jadi saya tidak terlalu berpikir soal apa yang terjadi tahun lalu.”

Dalam laga nanti,  Liverpool dipastikan tidak bisa menurunkan Naby Keita yang cedera paha. Namun, kabar menyenangkannya ialah Juergen Klopp amat mungkin sudah bisa memainkan Roberto Firmino yang sebelumnya cedera otot.

“Bobby (panggilan Firmino) sudah latihan sejak pekan lalu dan itu sangat bagus. Kami membawanya latihan kemarin, hari ini juga. Saya yakin dia tersedia untuk final,” pungkas Klopp.

Siapkan strategi
Di sisi lain, Hotspur menegaskan akan melakukan apa pun yang mereka bisa untuk mengalahkan Liverpool. “Kami tidak akan berbaring­. Namun, kami bermimpi kami akan berdiri dengan piala--itulah yang kami lihat di kepala kami. Akan tetapi, kami tahu itu tidak akan mudah,” kata gelandang Christian Eriksen.

“Kami sudah berada di empat besar selama bertahun-tahun dan telah berada di Liga Champions. Itu akan menjadi pernyataan untuk dapat memenangi kompetisi ini sebab trofi ini ialah sesuatu yang sangat diimpikan oleh para pemain. Saya ingin memilikinya di CV saya,” paparnya.

Senada, bek Toby Alderweireld mengatakan dia tidak ingin lagi merasakan kepedihan dari kekalahan final Liga Champions. Pasalnya, hal itu sempat ia rasakan pada musim 2013/2014 saat timnya, Atletico­ Madrid, kalah 1-4 dari Real Madrid. (AFP/UEFA/R-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya