Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PARA perwakilan klub Liga 1 menggelar rapat dengan PT Liga Indonesia Baru (LIB) di Hotel Sultan Jakarta pada Rabu (24/4). Salah satu pembahasan di dalam rapat itu ialah kemungkinan mundurnya jadwal kick-off Liga 1. Jadwal diperkirakan diundur sepekan atau baru akan dilakukan pada 15 Mei.
"Saya sengaja menampilkan apa adanya. Pertama, teman-teman semua menjaga bahwa PSSI dalam kondisi tidak kondusif. Pucuk pimpinan tidak ada," kata Direktur Utama PT LIB, Dirk Soplanit, di Hotel Sultan, Rabu.
"Kemudian jeda waktu sangat singkat. Yang lalu kan kompetisi 23 maret dan sekarang tertunda sampai 8 mei dan sudah ada keputusan tunda lagi," tambah Dirk.
Dirk mengungkapkan, bahwa keputusan ini mundur ini bukan karena ketidakmampuan PT LIB sebagai operator Liga. Namun, lebih didorong oleh keinginan klub-klub peserta Liga yang menginginkan adanya perubahan jadwal.
"Dibilang kurang kondusif juga tidak, tapi pertama, ini permintaan klub sendiri untuk mengantisipasi. Kedua, membuka peluang untuk kita melakukan pembicaraan pihak sponsor supaya ada tambahan. Intinya di situ. Jadi persoalannnya cuma itu, jadi ya nanti teman-teman jangan sampai berpendapat, wah LIB dan PSSI tak mampu lagi, sehingga tunda-tunda," tegas Dirk.
Baca juga: Stephanie Frappart akan Jadi Wasit Perempuan Pertama di Ligue 1
Ia kemudian mengutarakan alasan-alasan yang diungkapkan klub di rapat tersebut sebagai dasar pertimbangan perubahan jadwal. Dirk mengungkapkan, setiap klub memiliki alasan masing-masing, di antaranya terkait masalah transportasi Persipura dan juga jadwal padat Persija.
"Jadwal kita ubah dulu, mungkin kita revisi semua karena ada jadwal yang sudah dikirim ke klub, ada 4 surat masuk ke LIB dengan usulan-usulan mereka. Seperti misalnya dari Persipura. Mereka usulkan, kalau bisa, mereka home dua kali away dua kali. Bukan satu tempat away-nya. Yang penting ketika mereka keluar dari Persipura, laga di sekitar Jawa kan enak, beban masih ringan. Daripada kembali baru datang lagi. Beban memang berat," sambung Dirk.
"Kemudian Persija, pemenang musim lalu kan Persija. Kalau jalan tanggal 15 kemungkinan ada persoalan Persija. Mereka ada jadwal pertandingan. Nanti kita aturlah gimana," lanjut Dirk.
"Tadi semua sama-sama memahami karena kita juga sudah berbicara terbuka bahwa tidak semua klub memiliki kekuatan yang sama, sehingga kalau ada usulan klub-klub tertentu kita terima dengan baik," paparnya.
Kendati demikian, Dirk menjamin jadwal tetap akan usai pada Desember 2019. Ia juga memastikan, penundaan jadwal kick-off jadwal hanya terjadi untuk Liga 1.
"Liga 2 Juni mulainya, kalau tidak salah 15 juni. Tidak mundur itu. Cuma Liga 1 aja," kata Dirk. (Medcom/OL-1)
Ezequiel Vidal mencetak dua gol saat PSIM Yogyakarta menahan imbang Persik Kediri 2-2 di Stadion Gelora Joko Samudro. Hasil ini menjaga posisi PSIM di papan tengah klasemen.
Sumsel United membidik kemenangan atas PSMS Medan di Stadion Utama Sumatera Utara demi menjaga peluang promosi ke Super League. Laga krusial penentuan tiga besar.
Bagi Bobotoh dan penikmat Liga 1, memahami latar belakang dan kualitas teknis Kurzawa menjadi hal menarik.
Kedatangan mantan pemain Paris Saint-Germain (PSG) dan AS Monaco ini menjadi bukti keseriusan manajemen Pangeran Biru dalam meningkatkan kualitas skuad.
Tambahan tiga poin membuat koleksi poin Persib menjadi 41, unggul satu angka dari Borneo FC yang sebelumnya nyaman di singgasana dengan 40 poin.
Maung Bandung harus menunggu hingga menit-menit akhir untuk memastikan tiga poin, sekaligus mengkudeta Borneo FC dari puncak klasemen sementara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved