Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PERSEBAYA Surabaya memiliki modal cukup bagus menghadapi tuan rumah Madura United di leg kedua semifinal Piala Presiden 2019 malam ini di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan. Dengan kemenangan 1-0 di leg pertama, hasil imbang sudah cukup bagi 'Bajul Ijo' untuk melangkah ke final.
Meski demikian, Persebaya merasa masih belum sepenuhnya aman. Hanya tertinggal satu gol, Madura United memiliki peluang besar mengatasi ketertinggalannya, apalagi mereka bermain di kandang.
Kondisi ini disadari penuh pelatih Persebaya, Djadjang Nurdjaman. Ia menilai timnya masih harus bekerja keras jika ingin ke final
"Tekad kami lolos ke final. Jadi, kami tidak ingin kalah saat menghadapi Madura United," ujar Djadjang, kemarin, seperti dikutip laman PSSI.
Upaya Persebaya untuk lolos ke babak final, lanjut Djadjang, dipastikan tak akan mudah. Madura United tentu tak ingin dipermalukan untuk kedua kalinya.
Apalagi tim asuhan Dejan Antonic itu memiliki banyak pemain berkualitas. Di sisi lain, Persebaya belum tampil full team pada laga ini. Bek sayap Ruben Sanadi tak bisa diturunkan akibat cedera.
"Pertandingan di sini pasti berat. Tetapi kami tidak ingin kalah dan akan tetap berusaha untuk menang dan lolos ke final," tegasnya.
Sementara itu, Arema FC kembali menunjukkan dominasi atas Kalteng Putra. Bermain di kandang lawan, Stadion 17 Mei, Banjarmasin, pada leg kedua semifinal, kemarin, Arema menang 3-0 melalui gol Dedik Setiawan (10'), Johan Ahmad Farizi (20'), dan Ricky Kayame (40').
Arema lolos ke partai puncak dengan agregat 6-0 setelah di leg pertama juga menang 3-0. Di final yang akan berlangsung dua leg,, Arema akan menghadapi pemenang semifinal Persebaya dan Madura United. (R-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved