Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
NAMA Ketua Umum Federasi Futsal Indonesia (FFI) Hary Tanoesoedibjo santer digadang-gadang menjadi Ketua Umum PSSI karena prestasi gemilangnya memimpin futsal Indonesia.
"Wah, kalau itu saya belum terpikir. Cuma saya lihat, sepak bola Indonesia itu harus bisa punya prestasi yang baik. Karena jumlah anak muda itu banyak. Jadi, pilihannya itu banyak," kata Hary di final Pro Futsal League 2019 di GOR UNY, Yogyakarta, akhir pekan lalu.
Hary yang juga Ketua Umum Partai Perindo itu menjelaskan bimbingan pembibitan atlet, mulai dari technical skill, kekompakan, stamina, keyakinan menjadi suatu hal mutlak dan penting sekali.
Nama Hary diperbincangkan, karena figurnya juga dinilai bisa dipercaya untuk memimpin PSSI agar bisa berprestasi di dunia internasional.
Baca juga: PSSI Serap Aspirasi Para Legenda
Saat kembali ditanya, apakah Hary bersedia menjadi Ketum PSSI, Hary menjawab, "Wah saya serahkan kepada mereka [voters]. Terus terang saja, intinya itu keinginan kita semua bagaimana PSSI bisa berkembang dan maju di dunia internasional," tuturnya.
Hary melanjutkan saat ini dia fokus untuk terus meningkatkan prestasi futsal Indonesia. "Sebagai Ketua Umum FFI, saya harus menyelesaikan tugas. Harus membuktikan bahwa futsal di bawah manajemen saya dan kawan-kawan bisa berkembang, bisa baik," jelasnya.
Di sisi lain, dia berharap futsal bisa masuk Piala Dunia. "Tentunya, ini aspirasi kita. Bukan saya saja, kawan-kawan dan bangsa Indonesia ingin bagaimana bisa membawa futsal masuk Piala Dunia dan mudah-mudahan bisa dapat nomor juga," kata Hary yang mengatakan Timnas Futsal U-20 juga akan bertanding di Taiwan melawan Iran. (RO/OL-7)
Ezequiel Vidal mencetak dua gol saat PSIM Yogyakarta menahan imbang Persik Kediri 2-2 di Stadion Gelora Joko Samudro. Hasil ini menjaga posisi PSIM di papan tengah klasemen.
Sumsel United membidik kemenangan atas PSMS Medan di Stadion Utama Sumatera Utara demi menjaga peluang promosi ke Super League. Laga krusial penentuan tiga besar.
Bagi Bobotoh dan penikmat Liga 1, memahami latar belakang dan kualitas teknis Kurzawa menjadi hal menarik.
Kedatangan mantan pemain Paris Saint-Germain (PSG) dan AS Monaco ini menjadi bukti keseriusan manajemen Pangeran Biru dalam meningkatkan kualitas skuad.
Tambahan tiga poin membuat koleksi poin Persib menjadi 41, unggul satu angka dari Borneo FC yang sebelumnya nyaman di singgasana dengan 40 poin.
Maung Bandung harus menunggu hingga menit-menit akhir untuk memastikan tiga poin, sekaligus mengkudeta Borneo FC dari puncak klasemen sementara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved