Headline
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Kumpulan Berita DPR RI
KEINGINAN Mantan Gubernur Gorontalo, Fadel Muhammad untuk maju sebagai calon Ketua Umum PSSI pada KLB PSSI 2019 yang akan berlangsung Agustus mendatang, mendapat respon positif. Sosok Fadel dinilai bisa membawa perubahan positif bagi PSSI dan persepakbolaan nasional.
Dukungan terhadap Fadel salah satunya datang dari mantan kapten tim nasional, Firman Utina.
"Sah-sah saja kalau ada putra bangsa seperti Pak Fadel Muhammad yang merasa terpanggil untuk menjadi Ketua Umum PSSI," kata Firman, Rabu (27/3).
Menurut mantan pemain yang telah malang-melintang di jagat sepakbola nasional ini, saat ini persepakbolaan nasional membutuhkan sosok ketua umum PSSI yang proaktif. Mampu menggerakkan sistem pembinaan yang terencana, terukur dan berkesinambungan.
"Saat ini sepakbola Indonesia butuh sosok aktif bergerak. Siap beraksi khususnya dalam mendorong pembinaan sepakbola usia muda," tandasnya.
Hal senada disampaikan mantan pemain timnas Francis Wawengkang. Pria asal Sulawesi Utara ini berharap jika nantinya terpilih sebagai Ketua Umum PSSI, Fadel dapat membawa perubahan yang lebih baik.
Baca Juga: Setan Merah Tantang Inter Milan di Singapura
"Orang yang mau memimpin PSSI paling tidak mencintai sepak bola, paham sepak bola Indonesia, punya integritas, menetap di Jakarta dan tidak kompromi dengan hal-hal yang tidak baik. Harus jujur. Dan terakhir harus sesuai dengan AD/ART PSSI," tutur Francis yang kini menjadi asisten pelatih di klub Liga 1 PS Tira Persikabo.
Mantan pemain timnas U18 Leo Sahputra juga menyambut baik niat dan keinginan Fadel maju sebagai calon Ketum PSSI. "Siapapun di negeri ini yang punya niat baik ingin memajukan sepakbola Indonesia, harus diberi kesempatan. Kalau niat dan langkahnya baik, Insha Allah akan diridhoi Allah," ujar Leo.
Bahkan menurut mantan pemain Persita Tangerang ini, persyaratan pencalonan ketua umum PSSI yang mewajibkan calon harus pernah menjadi pengurus selama sekian tahun janganlah diterapkan secara kaku. Dengan demikian, orang-orang yang mungkin belum pernah berkiprah sebagai pengurus sepakbola, bisa memiliki kesempatan untuk mencalonkan diri.
"Kalau kita terlalu terikat dengan aturan administratif tersebut kita akan terus tersandera. Sebab, faktanya saat ini para calon yang memenuhi syarat administratif punya cacat. Kan repot sendiri jadinya. Kenapa tidak memberikan kesempatan pada para calon yang mungkin belum pernah berkiprah ssbagai pengurus tetapi memiliki niat dan keinginan. Karena bagaimanapun juga pembinaan sepakbola tidak boleh stag. Tetapi harus tetap berjalan," pungkasnya. (RO/R-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved