Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
LAGA perdana group K kualifikasi Piala Asia U-23 di Stadion My Dinh, Hanoi, Vietnam, Jumat (22/3) tim nasional Indonesia tak menghasilkan 1 poin pun. Pasalnya, kalah melawan Thailand, Garuda Muda takluk 4 gol tanpa balas.
Tim besutan Indra Sjafri ini mampu mengawali pertandingan dengan beberapa serangan yang membuat pertahanan Gajah Perang kewalahan. Sayangnya, kemelut di gawang Nont Muangngam tak bisa memberikan angka bagi Egy Maulana dan kawan-kawan.
Baca juga: FIFA Larang Ezra Main, PSSI Legowo
Secara bergiliran dari sisi kanan dan kiri, bola dihantarkan Garuda Muda ke kotak penalti lawan lewat peran Saddil Ramdani dan Osvaldo Haay dengan harapan mampu dikonversi oleh Martinus Wanewar dan pemain lain menjadi gol. Hampir selama 10 menit pertama itu terjadi termasuk kesempatan sepak pojok namun papan skor tak berubah.
Setelah 10 menit kesempatan itu berlalu, giliran anak-anak asuh Alexandre Da Gama Lima terus-menerus mengancam jantung pertahanan timnas Indonesia. Tim yang hanya diracik 4 hari saja itu, berhasil mengawali keunggulan pada menit 21 lewat sang kapten, Shinnaphat Leeoah.
Gol itu tercipta akibat lini belakang yang gegabah dan kerap membuat pelanggaran padahal tidak perlu. Konsekuensinya, ketika wasit mengganjar dengan tendangan bebas kemudian disambut Shinnaphat yang unggul fostur tubuh namun tidak dikawal ketat barisan bek membuat Garuda Muda ketinggalan.
Gol tersebut menampar seluruh pasukan Indra Sjafri yang secara modal kemenangan telah banyak dikantongi. Mulai seluruh laga uji coba yang berhasil dileeati tanpa kekalahan sekalipun serta piala AFF beberapa waktu lalu.
Sayangnya, hal itu tidak nampak dari pertandingan yang berlangsung Jumat petang tersebut bahkan timnas U-23 Indonesia yang telah diramu sejak lama ini terlihat kewalahan menghadapi serangan Thailand. Kemudian ketika mendapatkan peluang pun sangat tergesa-gesa dan terlihat bingung seperti tidak punya tujuan sehingga dapat dengan mudah dipatahkan.
Padahal dari sisi penguasaan bola, Egy dan kolega mampu mengimbangi, 45 berbanding 55. Sayangnya, hal itu belum membuat lini serang yang dipimpin Marinus menorehkan skor bagi Garuda Muda.
Tertinggal 1 gol, Thailand semakin terpacu menghantam lawan. Giliran penyerang unggulan mereka, Supachai Chaided menambah keunggulan untuk Thailand pada babak kedua. Tepatnya menit 51 dan 70. Ia merobek jala Garuda Muda diawali dengan sepakan penalti setelah dilanggar bek timnas Indonesia Rachmat Irianto di kotak penalti.
Baca juga: Renato Sanchez tidak Nyaman di Muenchen
Awan Setho pun harus kembali mengambil bola dari dalam gawangnya. Thailand pun mendapatkan keunggulan atas Indonesia dengan 2 gol. Skor untuk kemenangan Gajah perang tak sampai di situ karena Supachai Chaided kembali membuat gol pada menit 70' dan disempurnakan 5 menit setelahnya oleh Supachok Sarachat.
Sebanyak 4 gol tersebut membuat Garuda Muda harus mengakui keunggulan tim yang akan menjadi tuan rumah Piala Asia U23 pada 2020 tersebut. Kemudian, Thailand mendapatkan modal yang bagus lewat laga perdananya untuk melawan tim lain di group K. (OL-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved