Headline

Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.

RUPS PT LIB Tunjuk Manajemen Interim

Satria Sakti Utama
28/2/2019 20:18
RUPS PT LIB Tunjuk Manajemen Interim
(MI/Susanto)

GONJANG-ganjing di tubuh PSSI berdampak pada mundurnya satu per satu jajaran direksi dan komisaris PT Liga Indonesia Baru (PT LIB). Oleh karena itu, Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) luar biasa memutuskan untuk menunjuk manajemen interim.

Jabatan Komisaris akan diisi oleh Gusti Randa. Sedangkan, Direktur PT LIB akan diisi Dirk Soplanit.

Jangka waktu menjabat bagi Gusti dan Dirk akan berlangsung hingga kepengurusan baru PSSI terbentuk.

Seperti diketahui, Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI telah bersepakat akan menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) tahun ini. Keputusan ini diambil atas respon memburuknya kondisi internal PSSI setelah diserang skandal pengaturan skor dan suap.

Sejauh ini PSSI masih dalam proses untuk melakukan audiensi kepada FIFA untuk menggelar KLB. Jika FIFA menyetujui, KLB akan digelar paling lambat tiga bulan setelahnya. Artinya KLB paling cepat akan dilaksanakan di bulan Juni.

Baca juga : Ini Harapan Pemain Timnas U-22 di Depan Jokowi

Di sisi lain, terdapat agenda kompetisi yang harus segera dieksekusi agar tidak terjadi penundaan kick off. Sesuai mandat Kongres Tahunan PSSI di Bali, Liga 1 2019 harus digelar pada pekan pertama bulan Mei.

"Seluruh manajemen akan berusaha semaksimal mungkin. PSSI menugaskan keduanya menjalankan amanah kongres bahwa PSSI memastikan tetap konsisten untuk menggelar Liga 1 2019 pada bulan Mei. Keputusan ini bersifat bulat, semua klub menyetujuinya. PSSI terbuka mendengarkan aspirasi voters," jelas Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI Ratu Tisha Destria di Jakarta, Kamis (28/2).

Dalam rapat tersebut, para pemegang saham belum membicarakan secara detil perihal rencana bisnis, kompetisi hingga subsidi dana yang akan diberikan kepada klub untuk Liga 1 2019. Komisaris interim PT LIB Gusti Randa menyebut akan kembali menggelar RUPS pada akhir Maret mendatang.

"Masalah-masalah itu nanti di akhir Maret akan kita call

kembali dalam RUPS. Kita akan bentuk rencana bisnisnya, tentu dengan kondisi yang sekarang ini tidak gampang. Jadi kita harus bikin sebaik-baiknya agar bisa everybody happy," kata Gusti.

Penunjukkan Komisaris dan Direktur baru PT LIB langsung dihadapkan problem tunggakan kewajiban yang belum terbayar. PT LIB dilaporkan masih belum melunasi utang senilai Rp2 miliar kepada klub-klub Liga 1 2018.

Direktur PT LIB Dirk Soplanit dalam konferensi pers mengaku akan berupaya keras memenuhi kewajiban tersebut. Meski begitu, Dirk menilai tugas itu akan berat mengingat kondisi PSSI dan sepak bola nasional sedang dirundung polemik.

"Kewajiban yang belum diselesaikan tidak dapat diabaikan. Tentu tidaka akan mudah, tapi kami akan selesaikan apapun yang belum dipenuhi. Semoga saja kewajiban yang belum diselesaikan pada periode ini bisa diselesaikan," ucap Dirk. (OL-8)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ghani Nurcahyadi
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik