Headline

SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

Belgia Lupa Cara Bertahan

Satria Sakti Utama
19/11/2018 09:15
Belgia Lupa Cara Bertahan
(AFP/Fabrice COFFRINI)

TIM nasional (Timnas) Belgia melepaskan kesempatan di depan mata untuk lolos ke babak empat besar Liga Negara UEFA (UNL) A. Belgia yang hanya membutuhkan hasil seri, malah menelan kekalahan telak dari Swiss, Senin (19/11) dini hari. Pertandingan di Luzern itu pun berakhir dengan skor 5-2.

Hasil ini membuat Swiss mengikuti jejak Inggris dan Portugal yang sudah lebih dahulu menjejakkan kaki di babak semifinal tahun depan.

Swiss dan Belgia sama-sama meraih poin sembilan pada persaingan Grup 2. Namun, Swiss memiliki keunggulan head to head dibandingkan rivalnya tersebut.

Kekalahan Vincent Kompany dkk ini cukup menyakitkan. Pasalnya, Belgia sudah unggul dua gol lebih dahulu berkat sumbangan gol Thorgan Hazard di awal babak pertama. Namun, keunggulan tersebut seperti membuat skuat 'De Rode Duivels'--julukan Belgia-- terlena.

Baca juga: Hattrick Seferovic Antar Swiss ke Semifinal Liga Negara UEFA

Swiss pun mulai bangkit di menit ke-26 diawali dengan penalti kontroversial Ricardo Rodriguez. Setelahnya, penyerang Haris Serefovic mengambil panggung pertunjukkan setelah mencatatkan hattrick. Sedangkan, satu gol lain diciptakan Nico Elvedi di menit 62.

Menanggapi kekalahan tersebut, pelatih Timnas Belgia Roberto Martinez menyebut anak asuhnya lupa cara bertahan yang baik dan benar.

"Arogan? Tidak, kami hanya terkejut dalam serangan balik, kami pun lupa bagaimana cara menangkal serangan mereka," tutur eks arsitek Everton ini.

Lebih lanjut, Martinez mengaku sulit menjelaskan apa yang terjadi pada timnya.

"Ini sulit untuk dijelaskan. Kami memulai dengan baik dan pada satu titik, Swiss bermain lepas. Kegagalan ini terasa lebih menyakitkan karena kami mengawali dengan baik," imbuhnya.

Di lain pihak, Thorgan Hazard mencoba menerka kesalahan timnya. Saudara Eden Hazard ini menyimpulkan bahwa Belgia terlalu percaya diri seusai unggul dua gol cepat.

"Mungkin awalan kami terlalu bagus, kami terlalu percaya diri. Kami harus belajar dari kesalahan ini, kami belajar suatu pelajaran penting," jelasnya. (AFP/OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya