Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
FINAL Piala Dunia 2018 yang digelar Juli lalu menjadi pencapaian yang tertinggi bagi tim nasional (Timnas) Kroasia. Tidak ayal tim asuhan Zlatko Dalic ini seperti mengalami jet lag selepas penyelenggaraan turnamen terakbar sepak bola tersebut.
Kroasia secara mengejutkan takluk 0-6 dari Timnas Spanyol dalam kunjungan ke Sevilla pada laga pembuka Grup 4 Liga Negara UEFA (UNL).
Pertandingan tersebut digelar kurang dari dua bulan selepas Piala Dunia 2018 berakhir. Sebulan setelahnya, Kroasia pun harus puas berbagi angka dari Timnas Inggris pada laga kedua UNL di Rijeka. Skor kala itu berakhir seri 0-0.
Akan tetapi, momentum buruk tersebut mulai berubah arah pada pertengahan November kali ini. Skuat 'Vatreni'--julukan Kroasia-- bangkit dengan mengalahkan Spanyol di Zagreb, Jumat (16/11) dini hari. Luka Modric dkk menang dramatis dengan skor 3-2.
Baca juga: Jedvaj Cetak Dua Gol, Kroasia Kalahkan Spanyol
Kroasia sempat dua kali unggul berkat gol Andrej Kramaric (54') dan bek sayap Tin Jedvaj (69'). Namun, 'La Furia Roja'--julukan Spanyol-- memberikan perlawanan sengit dengan dua kali pula menyamakan skor. Gol balasan diciptakan duo Real Madrid yakni Dani Ceballos (56') dan penalti Sergio Ramos (78'). Namun, gol kedua Jedvaj di menit tambahan memupuskan harapan Spanyol untuk mencuri angka di Zagreb.
Kemenangan ini menyalakan kembali kans Kroasia untuk lolos ke empat besar UNL 2018/2019. Tapi hanya satu jalan yang harus ditempuh yakni meraih kemenangan kala mengunjungi Wembley--markas Timnas Inggris-- pada Minggu (18/11) dini hari.
"Kami pantas mendapatkan hasil ini, kami bertahan hingga akhir untuk menanti satu kesalahan demi mengalahkan mereka. Ini memberikan kami banyak kekuatan," jelas gelandang Kroasia Ivan Rakitic.
Kendati demikian, laga ini bak dua mata pisau bagi Kroasia. Pasalnya jika Kroasia ditahan imbang 0-0 atau kalah dari Inggris pada laga tersebut, mereka harus siap-siap terdegradasi ke UNL B tahun depan.
"Kami menikmati waktu kami dan senang melihat pendukung kami memenuhi stadion. Mengalahkan Spanyol merupakan hasil yang luar biasa bagi kami. Sekarang kami akan ke Wembley dan melihat apa akhirnya," imbuh Rakitic. (goal/OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved