Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Macan Kemayoran Diprediksi Ungguli PSMS

Satria Sakti Utama
05/4/2018 20:00
Macan Kemayoran Diprediksi Ungguli PSMS
(ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

RONA persaingan antara PSMS Medan dan Persija Jakarta telah tercipta sejak era perserikatan. Kedua tim pertama kali saling bersua pada tahun pertengahan Desember 1952 silam. 

Kala itu Macan Kemayoran--julukan Persija--menjadi tuan rumah dengan menjamu PSMS di Stadion Ikada Jakarta. Laga pun berakhir dengan skor 4-0 untuk Persija.

Artinya persaingan kedua tim telah dipupuk sejak 66 tahun lalu. Dalam kurun waktu tersebut hingga saat ini telah tercipta 50 pertandingan. 31 diantaranya terjadi di era perserikatan yang bergulir hingga tahun 1994. Persija menang sebanyak 11 kali dan 14 pertandingan berakhir imbang. Sisanya menjadi milik PSMS.

Untuk era Liga Indonesia, Pada era Liga Indonesia, PSMS dan Persija telah bertemu sebanyak 19 kali. Lagi-lagi tim ibu kota lebih dominan dengan meraup 11 kali kemenangan dan lima kali hasil seri.

Memang kerinduan atas laga klasik ini sudah sedikit dibayar saat kedua tim bersua di babak semifinal Piala Presiden 2018 lalu. Namun, aura turnamen dan kompetisi jelas berbeda. PSMS dan Persija akan bertarung untuk kali pertama di ajang kompetisi resmi setelah satu dekade. Pertandingan digelar di Stadion Teladan Medan yang notabene markas PSMS Medan, Jumat (6/4) sore.

Meski berstatus tamu, Persija lebih diunggulkan dalam pertandingan ini. Hasil paling nyata tentu berkaca dalam dua laga di babak semifinal Piala Presiden. Dalam pertandingan back to back di lokasi netral yakni Stadion Manahan Solo saat itu, Persija sukses mengunci dua kemenangan dengan skor telak 4-1 dan 1-0 di laga kedua Februari lalu.

Klub asuhan Stefano Cuggura juga tampil lebih menjanjikan di dua laga awal Liga 1 2018. Persija sukses menahan imbang 0-0 juara bertahan Bhayangkara FC dan menaklukan Arema FC 3-1 akhir pekan lalu.

Di sisi lain, performa Ayam Kinantan--julukan PSMS-- terus dinodai nilai merah sejak kekalahan dari Persija di Piala Presiden lalu. Tercatat lima pertandingan terakhir PSMS selalu menelan kekalahan. Di dua laga awal kompetisi domestik, Frets Butuan dkk kalah tipis dari Bali United (0-1) dan Bhayangkara FC (2-1).

Pekerjaan rumah yang masih mengganggu PSMS Medan ialah performa lini depannya. Penyerang Wilfred Yessoh terlalu banyak membuang peluang di laga terakhir, begitu juga pemain lain. Pelatih PSMS Djajang Nurjaman berharap kondisi serupa tidak terulang lagi. Ia pun berharap agar timnya segera mendapatkan poin untuk menjaga psikis tim untuk bersaing di Liga 1. (A-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Agus Triwibowo
Berita Lainnya