Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

La Furia Roja Diganggu Isu Politik

Satria Sakti Utama
06/10/2017 10:54
La Furia Roja Diganggu Isu Politik
(AFP/GABRIEL BOUYS)

PERSIAPAN timnas Spanyol dalam laga lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Eropa diganggu isu politik. Bek Barcelona Gerard Pique dicap sebagai duri dalam daging di skuat La Furia Roja--julukan Spanyol-- setelah terang-terangan mendukung kemerdekaan Catalonia dari Spanyol pada referendum 1 Oktober lalu.

Pendukung timnas Spanyol ramai-ramai menyudutkan mantan pemain Manchester United itu. Banyak ungkapan kasar ditujukan kepadanya. Yang paling umum menuntut Pique menanggalkan seragam merah kebanggan timnas Spanyol.

Pique dalam sesi jumpa wartawan di Spanyol menjelang laga kesembilan Grup G melawan Albania memilih tidak membicarakan kritik.

“Ada jutaan pertanyaan, tetapi saya tidak akan menjawabnya. Saya tidak akan berkata saya di pihak kemerdekaan atau tidak. Saya tidak mengatakan ini adalah saya, tapi seseorang yang mendukung kemerdekaan seharusnya bisa bermain untuk tim nasional karena tidak ada tim asal Catalonia,” kilah Pique.

Dengan dukungan pelatih dan Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF), Pique dipastikan tidak akan pensiun dini dari level tim nasional. Pelatih timnas Spanyol Julen Lopetegui menyebut itu masalah pribadi Pique dan tidak ingin mencampurinya. Pique tetap akan menjadi pemain kunci di lini belakang Spanyol bersama kapten Real Madrid Sergio Ramos meski hubungan keduanya disebut tidak baik.

“Itu adalah kebohongan besar. Bahkan kami adalah rekan dalam bisnis dan saya memintanya secara langsung. Hubungan kami berjalan baik,” sanggah pemain 30 tahun itu.

Di sisi lain, laga melawan Albania di Jose Rico Perez dini hari nanti bakal menjadi salah satu penentu kelolosan Spanyol ke putaran final Piala Dunia 2018 di Rusia. Hingga tersisa dua laga, Juan Mata dkk memang unggul 3 poin atas Italia. Akan tetapi, regulasi yang mendahulukan selisih gol dan produktivitas gol ketimbang rekor head to head membuat Italia masih punya kesempatan merebut posisi puncak.

Lopetegui diprediksi mengandalkan skema 4-3-3 dalam laga itu. Cedera Alvaro Morata membuat striker gaek Aritz Aduriz sebagai penyerang utama diapit dua bintang muda Real Madrid, Marco Asensio dan Isco.

Isco bakal menjadi perhatian dengan performa yang kian matang sebagai pemain utama Real Madrid. Di laga La Liga pekan lalu, Isco menunjukkan ketajaman dengan melesakkan dua gol.

Sekarung gol
Di laga pada waktu yang sama, timnas Italia menyisakan dua laga relatif mudah di Grup G kontra Masedonia dan Albania. Jika ingin lolos langsung ke Rusia dengan status juara grup, Italia diharuskan men-cetak banyak gol dalam dua laga tersebut, sembari menanti Spanyol terpeleset.

Gli Azzurri kini tertinggal selisih 17 gol dari rival utama Spanyol. Selama delapan laga Grup G, Spanyol mencetak 32 gol dan baru kebobolan tiga gol dengan selisih 29 gol, sebaliknya Italia hanya punya selisih 12 gol saja saat ini.

Permasalahannya ialah psike para pemain Italia masih berantakan setelah takluk 0-3 dari Spanyol di laga keenam, September lalu. Setelah itu skuat asuhan Giampiero Ventura juga hanya menang tipis 1-0 atas Israel.

Belum lagi cedera striker andalan Andrea Belotti sehingga Italia bakal bertumpu pada ketajaman Ciro Immobile

Akan tetapi, hal itu ditepis bek Italia Matteo Darmian. “Ketika kami kalah, kami harus kembali dengan menujukkan rasa lapar sekaligus membuktikan kekuatan,” kata bek Manchester United itu. (Marca/Footballitalia/R-1)

[email protected]



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya