Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Kinerja Pengelola Kebun Binatang Bandung Dipertanyakan

Roni Kurniawan
12/5/2016 09:25
Kinerja Pengelola Kebun Binatang Bandung Dipertanyakan
(ANTARA FOTO/Agus Bebeng)

BALAI Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Barat mempertanyakan kinerja pengelola Kebun Binatang Bandung. Hal itu menyusul matinya seekor gajah berusia 34 tahun asal Sumatera.

Menurut Kepala BKSDA Jabar Sylvana Ratina, pihaknya tidak mendapatkan laporan dari pengelola kebun binatang terkait adanya salah satu satwa yang sakit. Sylvana menduga ada unsur pembiaran yang dilakukan pengelola kebun binatang.

"Gajah Yani dikabarkan sakit sejak 3 Mei. Tapi kenapa tidak lapor ke kami, dan kenapa bisa sakit. Dan juga kenapa ada unsur pembiaran seperti ini," kata Sylvana di Kebun Binatang Bandung, Jalan Tamansari, Kota Bandung, Kamis (12/5).

Sylvana mengatakan gajah tunggangan itu sudah tergeletak di tanah selama sekitar seminggu dan hanya beratap terpal. Gajah bernama Yani tidak mendapatkan pengobatan lantaran selama setahun terakhir pengelola tidak menyediakan dokter hewan.

Untuk mengetahui secara pasti penyebab kematian Yani, Sylvana mengaku, pihaknya akan melakukan autopsi. Selain itu, pengelola kebun binatang juga akan diinterogasi.

"Akan dilakukan autopsi dengan dibatasi jaraknya dari pengunjung dengan satwa lainnya agar aman. Jangan sampai bila terdapat virus bisa membahayakan manusia dan satwa sekitarnya juga," pungkasnya. (MTVN/OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya