Senin 18 April 2022, 04:00 WIB

Menjunjung Akhlak dalam Bermedia Sosial

Ferdian Ananda Majni | Ramadan
Menjunjung Akhlak dalam Bermedia Sosial

Dok. nu.or.id
Sekretaris Lembaga Dakwah PBNU Nurul Badruttamam

 

KEMUDAHAN media sosial membuat masyarakat menjadikannya sebagai sarana komunikasi dan berbagi informasi. Sayangnya, kebebasan dalam menggunakan media sosial kerap tak disertai etika sehingga tak jarang menimbulkan mudarat seperti hoaks, fitnah, ujaran kebencian, dan informasi palsu.

Sekretaris Lembaga Dakwah PBNU Nurul Badruttamam mengungkapkan terdapat beberapa rambu dalam bermedia sosial yang harus kita jadikan sebagai wujud muslim yang berakhlak. "Adab pertama yang harus diperhatikan seorang muslim dalam bermedia sosial ialah muraqabah (merasa selalu diawasi Allah). Apa pun yang kita sebarluaskan di media sosial, termasuk niat di balik postingan tersebut harus disadari bahwa Allah Maha Mengetahui. Dengan selalu merasa diawasi Allah, kita hanya akan menggunakan media sosial untuk hal-hal yang membawa maslahat," kata Nurul dilansir dari nuonline, kemarin.

Nurul mengungkapkan bahwa Allah telah berfirman, “Jika kamu menampakkan sesuatu atau menyembunyikannya, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS Al-Ahzab: 54). Terkait dengan hal tersebut, Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam fatwanya Nomor 24 Tahun 2017 menyampaikan tentang hukum dan pedoman bermuamalah melalui media sosial. Fatwa ini mengatur tentang hubungan sosial sesama manusia mulai mengirim pesan di media sosial hingga cara memastikan kebenaran informasi yang beredar.

Seorang muslim seyogianya melakukan tabayyun (klarifikasi) ketika mendapatkan informasi yang belum tentu kebenarannya. Sebagaimana firman Allah dalam QS Al-Hujurat: 6, artinya: “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.”

 

Konten positif

Seorang muslim harus menyampaikan informasi harus dengan benar. Islam mengajarkan opini yang jujur dan didasarkan pada bukti dan fakta, tidak menyebarkan informasi yang belum diketahui kebenarannya di media sosial. Istilah ini disebut qaul zur yang berarti perkataan buruk atau kesaksian palsu.

Perintah untuk amar ma’ruf nahi munkar idealnya menjadi pegangan seorang muslim dalam bermedsos. Media sosial harus dipergunakan untuk mengajak kepada kebaikan, menyalurkan konten positif melalui berbagai platform yang saat ini banyak digemari masyarakat. Media sosial seperti Youtube, Tiktok, Twitter, Facebook, dan Instagram merupakan media yang tepat dan mudah untuk menyebarluaskan kebaikan yang bertanggung jawab, dan kita harus menjadi orang-orang yang masuk golongan amar ma'ruf nahi munkar.

Sebagaimana firman Allah dalam QS Ali Imran: 104, artinya, “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.”

Di tengah arus globalisasi dan gencarnya informasi yang tiada henti, kita sebaiknya semakin bijaksana dan arif dalam bermedsos. Akhlak yang mencerminkan pribadi muslim harus menjadi pedoman sehingga kemudahan zaman dapat membawa maslahat untuk umat dan bangsa. (H-3)

Baca Juga

Ist

Masyarakat Puas Kinerja dari Pemerintah dan Polisi Tangani Arus Mudik

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 15 Mei 2022, 21:22 WIB
Masyarakat merasakan puas atas kinerja dari Pemerintah Indonesia dan Polri terkait hal penanganan dan penyelenggaraan arus mudik Hari Raya...
DOK Pribadi.

Program Ramadhan Brand Berbagi Salurkan 1.000 Lebih Paket

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 09 Mei 2022, 21:50 WIB
Harapannya, seluruh donasi yang diberikan dapat menjadi berkah, tidak hanya bagi penerima, tetapi juga untuk perusahaan sebagai...
Dok. Mahasiswa Diaspora di Saint Petersburg

Lebaran Penuh Kegembiraan di Saint Petersburg

👤 Naila Maziya Labiba ! Mahasiswi Program Master di Saint Petersburg State Technological Institute (Technical University) 🕔Jumat 06 Mei 2022, 14:25 WIB
Acara silaturahim yang bertemakan Pulang Kampoeng ke Rumah Nenek dibuka dengan sambutan Ketua persatuan mahasiswa Indonesia di Saint...

RENUNGAN RAMADAN

CAHAYA HATI


JADWAL IMSAKIYAH
Selasa, 24 Mei 2022 / Ramadan 1443 H
Wilayah Jakarta dan Sekitarnya
Imsyak : WIB
Subuh : WIB
Terbit : WIB
Dzuhur : WIB
Ashar : WIB
Maghrib : WIB
Isya : WIB

PERNIK RAMADAN