Minggu 09 Mei 2021, 20:00 WIB

Zakat Sarana Berbagi Kebahagiaan

Humaniora | Ramadan
Zakat Sarana Berbagi Kebahagiaan

MI/VICKY GUSTIAWAN
Pengendara motor membayar zakat secara Drive Thru di Masjid Nurul Hidayah, Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Rabu (7/5/2021)

 

Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama Tarmizi Tohor mengatakan bahwa berzakat khususnya zakat fitrah dan zakat mal tidak hanya membersihkan diri tetapi juga berbagi kebahagiaan ke semua orang.

"Orang berzakat pada Ramadan ingin membantu orang yang tidak mampu dalam arti prasejahtera. Ketika berbagi saat menghadapi Idul Fitri, mustahik mendapatkan kebahagiaan dalam menyambut hari raya," kata Tarmizi saat dihubungi dari Jakarta, Sabtu (8/5).

Sejatinya, zakat di dalam Islam terdiri atas dua jenis yakni zakat fitrah yang berfungsi menyucikan diri dan zakat mal (harta benda) untuk membersihkan dan menyucikan harta.

Baca juga: Lima Macam Bacaan Salawat Nabi Muhammad

Zakat mal dikeluarkan setelah harta yang dimiliki seseorang sudah mencukupi nisab (ukuran) yang sudah ditentukan dan sudah mencapai haul (satu tahun).

Jika zakat mal bisa dikeluarkan setiap saat, zakat fitrah hanya bisa dilakukan di bulan Ramadan mulai dari tanggal satu sampai menjelang pelaksanaan Salat Idul Fitri. Akan tetapi kecenderungan seseorang membayar zakat fitrah jelang perayaan Idul Fitri.

"Zakat fitrah identik secara syariat ditunaikan pada bulan Ramadan dan itu disalurkan sebelum khatib naik mimbar. Zakat fitrah merupakan kewajiban karena berurusan dengan jiwa," kata dia.

Ia mengingatkan agar pembayaran zakat dilakukan melalui lembaga-lembaga resmi. Pasalnya, jika zakat disalurkan melalui lembaga yang tidak jelas, maka bisa jadi manfaat dan tujuan mulia dari berzakat tidak akan bisa digapai.

"Karena kalau berzakat di lembaga zakat seperti masjid atau semacamnya, yang merasakan manfaat zakat hanya satu golongan, berbeda kalau berzakat di lembaga resmi. Dengan berzakat Rp40 ribu (minimal yang ditentukan) kita sudah bisa memberikan manfaat untuk delapan penerima zakat," ujarnya.

Selain itu, Tarmizi juga meminta agar masyarakat menyalurkan zakatnya secara daring, seiring dengan masih masifnya penularan covid-19 di Indonesia. Dengan begitu, potensi kerumunan bisa dihindarkan.

"Saya juga berharap lembaga zakat dapat menyalurkan dana zakat masyarakat dengan datang langsung ke rumah mustahik, hal tersebut mengurangi resiko penumpukan dan keramaian," kata dia. (Ant/H-3)

Baca Juga

Dok. Amy Maulana

Takbir dan Salawat Bergema Sambut Idul Fitri di Dagestan Rusia

👤Humaniora 🕔Senin 17 Mei 2021, 08:00 WIB
Tradisi lebaran masyarakat muslim Dagestan yang unik adalah mengunjungi keluarga atau tetangga yang tahun ini berduka ditinggalkan mati...
ANTARA/ADENG BUSTOMI

Ketupat Lemak, Menu Wajib Lebaran di Kubu Raya

👤Humaniora 🕔Jumat 14 Mei 2021, 10:31 WIB
Ketupat lemak merupakan beras ketan yang dimasukkan ke dalam daun kelapa yang sudah di anyam. Beda dengan ketupat, pada umumnya ketupat...
Antara

Ketua DPR: Idulfitri Momentum Perkuat Solidaritas

👤Putra Ananda 🕔Kamis 13 Mei 2021, 13:59 WIB
Apalagi saat pandemi covid-19, menurut Puan penting untuk berbagi kebahagiaan dengan saudara di sekeliling kita. Terutama mereka yang...

RENUNGAN RAMADAN

TAFSIR AL-MISHBAH

2021-11-27

JADWAL IMSAKIYAH
Sabtu, 27 Nov 2021 / Ramadan 1442 H
Wilayah Jakarta dan Sekitarnya
Imsyak : 04:02 WIB
Subuh : 04:12 WIB
Terbit : 05:26 WIB
Dzuhur : 11:40 WIB
Ashar : 15:05 WIB
Maghrib : 18:07 WIB
Isya : 19:04 WIB

TAUSIYAH